Jakarta (ANTARA) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menetapkan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Bale Pakuan, Bandung, Selasa.
Penetapan tersebut masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) serta pemenuhan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku pemegang saham pengendali mengatakan dirinya merekomendasikan orang-orang yang memiliki integritas untuk mengisi jajaran direksi dan komisaris bank bjb, termasuk nama Susi Pudjiastuti.
“Saya merekomendasikan orang-orang dalam bank bjb yang menurut saya memiliki integritas,” ujar Dedi.
Menurut dia, Susi Pudjiastuti dinilai memiliki kapasitas yang kuat dalam memberikan nasihat kepada gubernur dalam pengambilan keputusan strategis, khususnya dalam mendukung penguatan tata kelola perusahaan.
Selain menetapkan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perseroan sebagai bagian dari penguatan transformasi bisnis dan tata kelola perusahaan.
Untuk jajaran direksi, bank bjb menetapkan Ayi Subarna sebagai Direktur Utama, Asep Dani Fadillah sebagai Direktur Kepatuhan, Hana Dartiwan sebagai Direktur Keuangan, Mulyana sebagai Direktktur Korporasi dan UMKM, Nunung Suhartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel, Muhammad As’adi Budiman sebagai Direktur Teknologi Informasi, serta Herfinia sebagai Direktur Operasional.
Sementara itu, pada jajaran komisaris, selain Susi Pudjiastuti, turut ditetapkan Novian Herodwijanto sebagai Komisaris Independen, Eydu Oktain Panjaitan sebagai Komisaris Independen, Rudie Kusmayadi sebagai Komisaris, Herman Suryatman sebagai Komisaris, dan Tomsi Tohir sebagai Komisaris.
Perubahan struktur tersebut dilakukan seiring meningkatnya peran strategis teknologi informasi dalam mendukung transformasi digital perusahaan, penguatan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
Dalam RUPST yang digelar secara hybrid tersebut, bank bjb juga menetapkan pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per lembar saham dari laba bersih Tahun Buku 2025.
Sepanjang 2025, bank bjb mencatat total aset sebesar Rp221,3 triliun dan menjadikannya sebagai bank pembangunan daerah dengan aset terbesar di Indonesia.
Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi bank bjb untuk terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dan Banten, sekaligus memperluas layanan berbasis transformasi digital secara berkelanjutan.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.