Jakarta (ANTARA) - Merek kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) asal Tiongkok, VOYAH, memperluas pasar global melalui peluncuran Taishan X8 pada ajang Beijing International Automotive Exhibition atau Beijing Auto Show 2026.
Dalam pameran otomotif internasional yang dibuka pada 24 April itu, VOYAH mengumumkan tiga fokus ekspansi luar negeri, yakni memperkuat pasar Eropa, memperluas penetrasi ke Timur Tengah, serta mulai masuk ke pasar kendaraan setir kanan.
Taishan X8 menjadi salah satu model utama yang ditampilkan perusahaan dalam pameran tersebut sekaligus bagian dari strategi memperluas distribusi kendaraan listrik di pasar internasional.
“Memperkuat kehadiran di Eropa, memperluas ekspansi ke Timur Tengah, dan memasuki pasar setir kanan menjadi langkah utama kami dalam pengembangan global,” demikian keterangan perusahaan dalam ajang tersebut.
Selain ekspansi pasar, VOYAH juga meluncurkan inisiatif lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) bertajuk “BetterVOYAH” sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
Perusahaan juga menargetkan penjualan kendaraan listrik murni mencapai lebih dari 50 persen pada 2027, seiring rencana pengembangan jaringan pengisian daya cepat untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik.
VOYAH menyebut langkah tersebut dilakukan seiring pertumbuhan bisnis perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pengembangan produk, inovasi teknologi, serta perluasan jaringan distribusi global.
Baru-baru ini, perusahaan juga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Hong Kong dan menjadi salah satu merek kendaraan energi baru premium dari perusahaan milik negara yang masuk ke pasar modal.
Saat ini, produk VOYAH telah dipasarkan di lebih dari 40 negara, termasuk kawasan Eropa dan Timur Tengah, dengan lebih dari 240 gerai penjualan di luar negeri.
Perusahaan menyatakan akan terus memperluas pasar internasional dengan menyesuaikan produk terhadap kebutuhan masing-masing wilayah serta memperkuat kerja sama industri lokal.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.