Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta para pedagang di kawasan wisata Ciwidey dan Pangalengan untuk menghentikan dominasi kopi saset dan beralih menjual kopi tubruk lokal guna membangun identitas wisata yang berkarakter.

Langkah itu diambil mengingat ironi yang terjadi di Kabupaten Bandung sebagai produsen kopi arabika terbesar di Jawa Barat, namun produk saset pabrikan justru lebih merajai warung-warung di objek wisata ketimbang hasil bumi sendiri.

"Bandung itu penghasil kopi terbaik, tetapi orang yang meminum kopi khas Bandung belum benar-benar merasakannya. Maka di Ciwidey dan Pangalengan, terutama kios yang menjual kopi kemasan saset, seharusnya menjual kopi tumbuk khas hutan Bandung," ujar Dedi dalam keterangan di Bandung, Selasa.

Baca juga: Dedi Mulyadi wajibkan ASN Jabar-Bandung percantik radius 1 KM sekitar kantor
Baca juga: Gubernur Jabar kawal PSEL Bogor dan Bekasi untuk putus darurat sampah penyangga Jakarta

Pria yang akrab disapa KDM itu menegaskan bahwa peralihan ke kopi lokal bukan sekadar urusan rasa, melainkan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan daya ingat bagi wisatawan melalui aroma khas daerah.



Pewarta: Ricky Prayoga
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026