Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), mencatat sedikitnya 30 pencari kerja mendapat pekerjaan melalui Program Rabu Walk In-Interview yang digagas pemerintah kota setempat.
"Kami catat ada 30 pencari kerja yang sudah diterima kerja dari Program Rabu Walk In-Interview," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan Rammdan di Medan, Kamis.
Ia mengatakan program yang digagas Pemkot Medan untuk memperluas kesempatan bekerja telah dilaksanakan selama lima kali sejak diluncurkan pada Maret 2026 lalu.
Menurutnya, jumlah pencari kerja yang diterima bekerja melalui program tersebut akan terus bertambah karena diikuti program tersebut diikuti berbagai perusahaan.
"Itu jumlah yang sudah diterima, tetapi kan ada yang masih proses penerimaan. Jadi, kami rasa akan bertambah," kata dia.
Rammdan menjelaskan Program Rabu Walk In-Interview merupakan salah satu program Pemkot Medan untuk menciptakan lapangan pekerja yang melibatkan pemangku kebijakan terkait.
Ia mengatakan program tersebut mempertemukan para pencari kerja dengan dengan pemberi kerja yang dilakukan secara langsung setiap minggunya.
"Setiap hari Rabu ada beberapa perusahaan atau pemberi kerja membuka lowongan untuk pencari kerja di program itu. Program ini sudah lima kali dilaksanakan sejak diluncurkan pada Maret 2026 lalu," kata dia.
Menurutnya, program ini sangat diminati masyarakat yang terlihat dari kehadiran 200 hingga 250 pencari pekerja setiap pekan yang terdaftar melalui Sistem Informasi Terpadu Ketenagakerjaan (Siduta) Kota Medan.
"Sebenarnya ini untuk masyarakat Kota Medan, tetapi di luar Kota Medan juga bisa, mereka bisa langsung datang di Mall Pelayanan Publik. Kalau warga Kota Medan daftar melalui Siduta," ujarnya.
Baca juga: Disnaker Depok fasilitasi pencari kerja wawancara dengan perusahaan
Baca juga: Apindo sebut kenaikan UMP perlu menimbang angka pengangguran-pencari kerja
Pewarta: Anggi Luthfi PanggabeanEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.