Jakarta (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) berupaya memperkuat kemampuan personelnya untuk menghadapi situasi darurat di tengah pertempuran.
Penguatan kemampuan pilot itu dilakukan dengan menggelar Latihan Survival Tempur Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Gedung Pandawa, Mako Wing Pendidikan 800/Pasgat, Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4).
Dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Rabu, dijelaskan bahwa pelatihan itu diikuti oleh 283 peserta yang terdiri atas penerbang, personel pendukung, dan seluruh personel yang terlibat dalam penerbangan.
Baca juga: Presiden Prabowo apresiasi para pilot tempur pada HUT Ke-80 TNI AU
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana saat dikonfirmasi mengatakan latihan itu bertujuan untuk mengasah kemampuan pilot yang bisa dipakai di saat-saat darurat.
"Pelatihan ini bertujuan memelihara sekaligus meningkatkan kemampuan seluruh awak pesawat TNI AU dalam menghadapi keadaan darurat seperti pendaratan darurat, maupun bail out (penggunaan kursi lontar saat pesawat jatuh)," kata I Nyoman.
I Nyoman melanjutkan pelatihan tersebut merupakan program latihan lanjutan yang sebelumnya telah dilalui oleh para penerbang, yakni Survival, Evasion, Resistance, Escape (SERE).
Baca juga: Jet tempur Dassault Rafale cerminan baiknya kerja sama pertahanan RI-Prancis
Dalam program SERE, para pilot dilatih untuk mempunyai keterampilan bertahan hidup di lingkungan ekstrem, menghindari penangkapan musuh, bertahan di bawah tekanan (interogasi), dan meloloskan diri.
Pelatihan tersebut dinilai sangat untuk dilakukan agar para pilot bisa bertahan hidup ketika pesawatnya terjatuh di area musuh.
I Nyoman mengharapkan rangkaian pelatihan ini dapat mempertajam kemampuan para pilot sehingga siap menghadapi keadaan-keadaan genting di tengah pertempuran.
"Diharapkan semakin memperkuat jati diri sebagai awak pesawat yang andal, tangguh, dan profesional," ucap dia.
I Nyoman melanjutkan pelatihan tersebut merupakan program latihan lanjutan yang sebelumnya telah dilalui oleh para penerbang, yakni Survival, Evasion, Resistance, Escape (SERE).
Baca juga: Jet tempur Dassault Rafale cerminan baiknya kerja sama pertahanan RI-Prancis
Dalam program SERE, para pilot dilatih untuk mempunyai keterampilan bertahan hidup di lingkungan ekstrem, menghindari penangkapan musuh, bertahan di bawah tekanan (interogasi), dan meloloskan diri.
Pelatihan tersebut dinilai sangat untuk dilakukan agar para pilot bisa bertahan hidup ketika pesawatnya terjatuh di area musuh.
I Nyoman mengharapkan rangkaian pelatihan ini dapat mempertajam kemampuan para pilot sehingga siap menghadapi keadaan-keadaan genting di tengah pertempuran.
"Diharapkan semakin memperkuat jati diri sebagai awak pesawat yang andal, tangguh, dan profesional," ucap dia.
Pewarta: Walda MarisonUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.