Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyatakan implementasi program unggulan pemerintah pusat yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu kini telah menjangkau sebanyak 548.248 penerima manfaat dari berbagai kalangan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengatakan program tambahan makanan bergizi gratis ini sudah diberikan kepada total 453.594 pelajar mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.

"Selain itu, program ini juga diperluas dengan turut menyasar 10.370 ibu hamil, 19.891 ibu menyusui serta 64.393 balita," katanya di Cikarang, Selasa.

Dia menjelaskan, program makan bergizi gratis menjadi intervensi strategis yang menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui dan balita dengan fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi berkualitas.

Baca juga: Anggota DPR sebut pemda dan BGN masih tak singkron terkait pengelolaan dapur SPPG

Ia mengaku wilayah Kabupaten Bekasi dengan jumlah penduduk 3,46 juta jiwa menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan gizi masyarakatnya. Keberadaan program MBG melalui distribusi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi solusi permasalahan tersebut.

Pihaknya mencatat saat ini ada 282 unit dapur SPPG yang tersebar di 90 wilayah desa dan 23 kecamatan. Sebanyak 92 unit di antaranya telah mengantongi sertifikasi Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Kabupaten Bekasi juga mencatat nol kasus keracunan makanan. Semoga prestasi ini dapat terus ditingkatkan guna mencetak generasi penerus bangsa berdaya saing tinggi," katanya.

Meski demikian, Endin mengaku masih menghadapi sejumlah tantangan seperti pemenuhan standar sanitasi, rantai pasok bahan baku, pengelolaan limbah serta penguatan koordinasi di tingkat desa maupun kecamatan.

Baca juga: Pemkot Bekasi gelar lomba menu sehat MBG dorong inovasi gizi bagi generasi muda

Pemerintah daerah turut mendorong adanya percepatan regulasi dan dukungan dari pemerintah pusat untuk memperkuat implementasi program, termasuk perluasan penerima manfaat dan penguatan distribusi pangan berbasis potensi lokal.

"Karena program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mendorong ekonomi lokal dan ketahanan pangan," katanya.

Dirinya juga menekankan keberhasilan program MBG sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, daerah serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

"Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi sehat, cerdas dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026