Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi menebar semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini melalui aksi nyata membagikan ratusan bingkisan paket sembako kepada pejuang ekonomi jalanan dari kalangan kaum perempuan.
Sebanyak 700 bingkisan paket sembako disalurkan langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Sumarni bersama jajaran polisi wanita setempat kepada petugas kebersihan serta pengemudi ojek daring perempuan di sejumlah titik ruas jalan strategis.
"Polri menyapa masyarakat, dalam rangka memperingati Hari Kartini, alhamdulillah kami bisa bersilaturahmi dengan para pejuang wanita di tiga titik yakni area Stadion Wibawa Mukti, Jababeka dan Cikarang Timur," kata Kapolres di Cikarang, Selasa.
Baca juga: Pemkab Bekasi berharap Hari Kartini memunculkan perempuan kreatif
Menurut dia aksi ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bentuk dukungan moral, terutama kepada kaum perempuan dan ibu-ibu yang selama ini berjuang menjadi tulang punggung keluarga.
"Kami menyapa dan memotivasi para ibu yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kami juga membagikan tali kasih kepada mereka berupa paket sembako agar mereka terus bisa semangat bekerja," katanya.
Selain memberikan bantuan, Sumarni juga menitipkan pesan penting bagi para srikandi jalanan ini. Sebagai pihak yang paling banyak menghabiskan waktu di jalanan, para petugas kebersihan maupun pengemudi ojek daring diharapkan bisa menjadi agen kemanusiaan.
"Apabila melihat peristiwa atau tindak kejahatan segera telepon 110 maupun layanan pengaduan masyarakat," kata Sumarni.
Baca juga: Pemkab Bekasi maknai Hari kartini dengan perkuat peran perempuan dalam pembangunan
Bagi para pengemudi ojek daring perempuan atau yang akrab disapa Lady Ojol, bantuan ini merupakan oase di tengah kerasnya aspal jalanan. Maria yang sehari-hari fokus mengojek di wilayah Cikarang dari pagi hingga malam mengaku terharu atas perhatian pihak kepolisian.
"Alhamdulillah, ini kami dapat sembako pak. Kami ojol-ojol di Cikarang ini memang khusus fokus di ojol cewek-cewek semua," ucap Maria.
Pengemudi ojol lain Santi Magdalena (35) memaknai Hari Kartini sebagai semangat untuk menjadi mandiri. Baginya, menjadi 'Kartini Modern' berarti berjuang agar dapur tetap mengepul tanpa harus terjerat masalah keuangan yang kini marak terjadi.
"Makna Hari Kartini buat kami adalah kami akan semakin semangat lagi bekerja. Karena kami bekerja dan berjuang untuk keluarga, khususnya di rumah agar anak bisa sekolah dan tidak mengalami pinjaman online," demikian Santi.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026