Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat secara intensif menangani banjir yang melanda Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor hingga sebagian besar warga terdampak telah kembali ke rumah masing-masing.
Camat Tenjo Yudhi Utomo di Bogor, Senin, menyebutkan, pemerintah kecamatan bergerak cepat melakukan penanganan sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, mulai dari evakuasi warga hingga pemulihan pascabencana.
Ia melaporkan kondisi saat ini sudah berangsur normal dan masyarakat mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami bersama seluruh unsur masih terus bersiaga di lapangan, khususnya mengantisipasi potensi luapan susulan dari Sungai Cimatuk dan Sungai Cicarehen, serta memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi,” ujarnya.
Upaya penanganan dilakukan secara cepat, mulai dari evakuasi warga dan penyelamatan barang berharga, pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, hingga kerja bakti pembersihan lingkungan yang melibatkan masyarakat bersama perangkat desa dan Satpol PP.
Bantuan sosial berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya juga mulai disalurkan oleh pemerintah desa, kecamatan, serta dukungan masyarakat sekitar.
Dari total warga terdampak kini hanya tersisa tiga orang lanjut usia yang masih berada di pengungsian dan terus mendapatkan pendampingan.
Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cimatuk dan Sungai Cicarehen yang merendam sejumlah wilayah permukiman, di antaranya Kampung Banar, Kampung Kompa, Kampung Bojong Sengkol, Kampung Lebak Kanibah, serta Kampung Bojong Garut.
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 43 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (18/4) malam itu.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD juga telah melakukan pendataan dan inventarisasi dampak. Hasil sementara menunjukkan sebanyak 42 unit rumah terdampak, terdiri atas 39 rumah mengalami kerusakan ringan dan empat rumah mengalami kerusakan berat.
Selain rumah warga, terdapat tiga jembatan desa yang terdampak, dengan dua mengalami kerusakan ringan dan satu mengalami kerusakan berat. Satu unit poskamling juga dilaporkan hilang akibat derasnya arus banjir.
Salah satu jembatan di Kampung Bojong Garut ditutup sementara karena kerusakan pada struktur penahan dan saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Ia menambahkan, kebutuhan mendesak yang masih diperlukan warga meliputi sembako, selimut, perlengkapan mandi, pakaian harian, serta kebutuhan khusus seperti pampers bayi dan lansia.
Saat ini pos siaga bencana dan dapur umum telah disiapkan, khususnya di wilayah Kampung Banar guna mendukung kebutuhan warga yang masih memerlukan bantuan.
Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor, kecamatan, pemerintah desa, TKSK, IPSM, tenaga kesehatan, Satpol PP, serta relawan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mengantisipasi potensi luapan lanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan terus memantau perkembangan di lapangan serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat agar kondisi dapat segera kembali normal.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026