Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Gas (Pertagas), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), meraih tiga penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berkat program berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat serta menjaga kelestarian di wilayah operasional.
"Penghargaan ini menegaskan konsistensi sekaligus komitmen kuat Pertagas dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan," kata Direktur Utama Pertagas Indra P Sembiring dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq kepada Direktur Utama Pertagas Indra P Sembiring dan Direktur Teknik dan Operasi Pertagas Agung Indri Pramantyo, dalam ajang Proper di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Menurut Indra, capaian itu menjadi pengakuan atas kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang tidak hanya patuh terhadap regulasi dalam menjalankan operasionalnya, tetapi juga melampaui standar (beyond compliance) melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Dia juga mengatakan capaian Proper Emas juga merupakan bentuk pengakuan atas kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang tidak hanya patuh terhadap regulasi dalam menjalankan operasionalnya, tetapi juga melampaui standar yang ditetapkan melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
"Penghargaan ini merupakan apresiasi atas program TJSL perusahaan yang dijalankan secara konsisten sehingga memberikan dampak nyata, baik dari sisi lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Indra.
Baca juga: Pertagas adopsi teknologi migas bersihkan pipa air desa
Baca juga: Pertagas raih 4 predikat unggulan di ajang TKMPN 2025 berkat inovasi jaga energi
Ia menambahkan keberhasilan itu tidak terlepas dari implementasi berbagai program inovatif di wilayah operasi yang mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan.
Kontribusi lingkungan Pertagas diperkuat melalui berbagai program eco-inovasi.
Di Operation East Java Area, program Eco Pori mengolah sampah plastik menjadi ecobrick untuk mendukung irigasi sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Pewarta: Muhammad HariantoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026