Karawang (ANTARA) - PT Pupuk Kujang menyebarkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ke lapisan masyarakat melalui gelaran Hose Drill Contest, untuk melahirkan kemandirian warga dalam menghadapi situasi berbahaya.

Direktur Operasi dan Produksi PT Pupuk Kujang, Arlyza Eka Wijayanti, dalam keterangannya di Karawang, Jabar, Jumat menyampaikan program ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan dalam memastikan ekosistem sekitar industri memiliki kapasitas keselamatan yang mumpuni.

Pada tahun ini, program tersebut diwujudkan dengan kehadiran 10 tim perwakilan dari 10 desa di sekitar area perusahaan.

Berbeda dengan latihan rutin biasanya, Hose Drill Contest tahun ini dirancang sebagai simulasi komprehensif.

Para peserta ditantang menghadapi berbagai skenario situasi darurat, mulai dari memadamkan api yang berkobar, penanganan situasi banjir, hingga melewati berbagai halang rintang yang menuntut ketangkasan fisik dan mental.

Ajang ini bukan sekadar unjuk ketangkasan, melainkan sarana transfer pengetahuan di mana karyawan, mitra tenant, dan warga desa duduk bersama mensimulasikan penanganan kondisi darurat.

Para peserta dilatih secara taktis untuk menanggulangi berbagai potensi bahaya, mulai dari teknik pemadaman api, evakuasi saat banjir, hingga manajemen risiko di lingkungan pemukiman.

"Ini adalah bentuk kepedulian perusahaan bahwa kemampuan menjaga keselamatan dan kesehatan bukan hanya untuk karyawan saja, tapi juga untuk masyarakat dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar," kata Arlyza.

Ia menekankan, tujuan utama dari kolaborasi perusahaan dengan masyarakat ini adalah lahirnya kemandirian warga dalam menghadapi situasi berbahaya.

"Kami berharap, budaya K3 di Pupuk Kujang terintegrasi dengan masyarakat sekitar. Setiap individu, baik karyawan maupun warga, diharapkan memiliki kapasitas ketangkasan yang baik saat menghadapi situasi darurat, baik di lingkungan kerja maupun di rumah tangga," katanya.

Sementara itu, Camat Cikampek, Adi Firmansyah, menilai langkah konversi pengetahuan dari dunia industri ke masyarakat ini sangat krusial dalam menekan angka kerawanan di wilayahnya.

"Saya kira ini langkah yang sangat efektif. Pengetahuan yang selama ini mungkin sebatas teori, kini dipraktikkan langsung di lapangan. Dengan simulasi seperti ini, warga akan terbiasa dan tidak akan panik saat menghadapi kejadian darurat," ujar Adi.

Adi berharap prinsip-prinsip K3 yang ketat di industri dapat menjadi bagian dari pola pikir sehari-hari masyarakat Cikampek, seperti dalam pengelolaan listrik yang bijak maupun kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026