Depok (ANTARA) - Himpunan Keluarga Alumni Al-Muhibbin (HIKAM) wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat menggelar Halal Bihalal bersama Pengasuh Bumi Damai Al-Muhibbin Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang di Masjid Jami Nurul Huda, Kelapadua, Cimanggis, Kota Depok, Rabu (15/4) malam.
Kegiatan ini dihadiri ratusan alumni dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi, serta berbagai daerah di Jawa Barat, bersama masyarakat umum sekitar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Halal Bihalal HIKAM di berbagai daerah se Indonesia, dengan tujuan mempererat silaturahim antara alumni dan pengasuh, sekaligus meneguhkan dakwah Ahlus Sunnah Wal Jamaah di tengah masyarakat.
Rangkaian acara dimulai sejak sore hari dengan registrasi peserta, dilanjutkan shalat Maghrib berjamaah, pembacaan huwal habib dan tahlil, serta shalat Isya berjamaah. Memasuki acara inti, kegiatan dibuka secara resmi oleh panitia sebelum dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.
Tuan rumah kegiatan, KH. Muchlis Yusuf Arbi, Lc., M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para alumni dan pengasuh. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperluas keberkahan ilmu.
“Kami merasa sangat bahagia dan terhormat atas kehadiran para masyayikh, pengasuh, dan seluruh alumni. Semoga silaturahim ini membawa keberkahan dan terus bisa kita jaga ke depan,” ujar Pemilik Penerbit Maktabah Turmusyi sekaligus Anggota PBNU itu.
Perwakilan pengurus HIKAM Jabodetabek, H. Zainul Munasichin, M.A., dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat konsolidasi alumni di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh alumni. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat jaringan dan peran HIKAM di tengah masyarakat,” ungkap anggota Komisi IX DPR RI tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pengarah Pengurus Pusat HIKAM, KH. Saiful Hidayat, Lc., M.H.I., menegaskan bahwa kegiatan safari Halal Bihalal ini merupakan bagian dari upaya merawat ta’alluq antara santri dan guru.
Ia menyampaikan bahwa hubungan yang kuat dengan guru menjadi kunci keberhasilan hidup seorang santri.
“Tidak ada santri yang kuat hubungannya dengan gurunya kemudian gagal dalam hidupnya. Sebaliknya, yang melupakan gurunya akan terhalang dari kesuksesan dunia dan akhirat,” tegasnya.
Pewarta: RilisUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.