Depok (ANTARA) - UI GreenMetric bekerja sama dengan International University of Tourism and Entrepreneurship (IUTE) Tajikistan menyelenggarakan Summit of Rectors of Green Universities atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kampus Hijau di Tajikistan yang menyatukan kampus dunia untuk aksi iklim nyata.

Acara yang berlangsung pada 14–17 April 2026 menjadi momentum penting bagi institusi pendidikan tinggi untuk beranjak dari sekadar rencana yang terfragmentasi menuju eksekusi sistemik dan nyata di lapangan.

Kepala UI GreenMetric, Dr Vishnu Juwono, dalam keterangannya, Rabu memberikan penekanan pada sempitnya waktu untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Baca juga: UI GreenMetric perkuat Kampus Berkelanjutan dengan kedutaan Turki di Indonesia

Mengutip laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, progres global saat ini dinilai masih sangat lambat dan berada dalam situasi yang mengkhawatirkan akibat tekanan iklim dan ketidakpastian geopolitik.

"Angka pencapaian 17 persen ini bukanlah sebuah kemajuan, melainkan alarm tanda bahaya. Kalau kita terus bergerak selambat ini, kita bukan sedang menyelesaikan masalah ketimpangan dunia, tapi malah membiarkannya menjadi masalah yang permanen," ujarnya.

Sebagai inisiator dan standar global pemeringkatan kampus hijau, UI GreenMetric telah membuktikan bahwa universitas memiliki kekuatan ekonomi dan operasional yang sangat masif.

Berdasarkan pendataan yang telah berjalan, universitas yang menerapkan standar keberlanjutan terbukti mampu menekan konsumsi energi hingga 30 persen, sekaligus mengintegrasikan pengelolaan infrastruktur dan sumber daya yang jauh lebih efisien.

Baca juga: UI GreenMetric dan Kedutaan Besar Turki perkuat komitmen transformasi Kampus Berkelanjutan

Dengan total lebih dari 235 juta mahasiswa di seluruh dunia, perguruan tinggi berfungsi sebagai mesin pengganda dampak jangka panjang yang mampu membentuk perilaku masyarakat dan mencetak para pengambil keputusan masa depan.

Sebagai tuan rumah penyelenggara, IUTE Tajikistan memainkan peran strategis dalam memfasilitasi dialog lintas negara ini. Penyelenggaraan KTT di Dushanbe menegaskan bahwa universitas di negara-negara berkembang kini mengambil posisi di garis depan dalam menentukan arah adaptasi perubahan iklim global.

Langkah IUTE Tajikistan membuktikan komitmen kawasan untuk menjembatani transisi lingkungan dengan kemajuan digital, memastikan kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan berjalan selaras dengan kelestarian alam dan tidak memperlebar kesenjangan.

Lebih jauh, forum ini mendorong seluruh pihak untuk mengubah data keberlanjutan kampus menjadi kebijakan konkret yang terhubung dengan akses pendanaan hijau berskala besar dari lembaga-lembaga seperti Asian Development Bank.

Baca juga: UI GreenMetric dan Kemen LH kaji peringkat keberlanjutan korporasi

Vishnu Juwono kembali mengingatkan peran fundamental yang harus diambil oleh institusi pendidikan tinggi.

"Tantangan penentu di zaman ini bukanlah apakah transformasi itu diperlukan, melainkan apakah transformasi itu dapat diwujudkan cukup cepat. Institusi penentu di masa depan bukanlah mereka yang beroperasi di dalam sistem, melainkan mereka yang mampu merancang ulang sistem tersebut. Universitas harus menjadi bagian dari institusi-institusi tersebut," demikian Vishnu.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026