Karawang (ANTARA) - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengeluarkan anggaran sekitar Rp5,6 miliar untuk pengadaan pulsa dalam penanganan stunting.
"Pulsa itu dikirim langsung oleh penyedia jasa (operator seluler)," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Karawang Imam Al Husaeri Bahanan, saat dihubungi di Karawang, Senin.
Dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Karawang terdapat anggaran sebesar Rp5.637.000.000.
Uraian pekerjaan dari pagu anggaran tersebut ialah kawat/faksimili/internet/tv berlangganan, dengan spesifikasi pekerjaan beban penggantian pulsa tim pendamping keluarga.
Imam menyampaikan, anggaran sekitar Rp5,6 miliar tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) BKKBN tahun 2026.
"Di (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) sebenarnya tidak ada anggaran internet. Yang ada itu anggaran pulsa 100 ribu per kader per bulan. Pulsanya langsung dikirim oleh penyedia jasa," katanya.
Menurut dia, anggaran sebesar Rp5.637.000.000 sebenarnya dari BKKBN RI yang disalurkan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Karawang sebagai pengampu Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di daerah.
Untuk mendukung program itu, sebanyak 5.637 orang dari kader tenaga pendamping keluarga atau kader stunting diberikan insentif pulsa sebesar Rp100 ribu setiap bulan, selama sepuluh bulan.
Imam menyebutkan, insentif pulsa diberikan atas jasa kader dalam menjalani tugasnya sebagai pendamping keluarga resiko stunting yang terdiri atas calon pengantin, ibu hamil, ibu bersalin dan balita.
"Pulsa digunakan karena hasil tugas pendampingan terhadap keluarga resiko stunting harus di input ke aplikasi ELSIMIL (elektroniik siap nikah siap hamil) yang digagas BKKBN RI," katanya.
Ia menyampaikan, pengiriman pulsa setiap bulan, selama 10 bulan dalam setahun, kepada 5.637 kader stunting di Karawang dilakukan oleh masing-masing operator seluler, sesuai dengan jenis nomor seluler yang digunakan setiap kader.
Pewarta: M.Ali KhumainiEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.