Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meminta pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) setempat menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi untuk mengatasi persoalan keterbatasan jumlah dokter gigi di daerah itu.

"Saya bahkan secara langsung menanyakan kepada jajaran Dinas Kesehatan terkait kondisi tersebut dan mendapatkan jawaban bahwa jumlah dokter gigi masih kurang," kata Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja usai menghadiri pelantikan pengurus PDGI setempat di Cikarang, Senin.

Dia menjelaskan kebutuhan pelayanan kesehatan gigi dan mulut semakin meningkat seiring pertumbuhan warga setempat yang kini mencapai 3,4 juta jiwa. Sebagai episentrum industri Asia Tenggara dengan populasi hingga lintas negara, kebutuhan layanan kesehatan di daerah setempat secara merata menjadi penting.

Sebagai seorang dokter umum, ia turut menyoroti keterbatasan tenaga medis ini sebagai salah satu faktor penyebab pelayanan kesehatan gigi sering terabaikan. Padahal sektor tersebut, berperan vital dalam meningkatkan kualitas hidup warga.

Baca juga: Ditjenpas Sulteng gandeng PDGI berikan pelayanan kesehatan bagi WBP

Pelayanan perawatan seperti pemeriksaan rutin, pencabutan, penambalan, pembuatan gigi palsu, pembersihan karang gigi atau scaling, bleaching hingga pemasangan behel, dibutuhkan masyarakat dari profesi ini selain penanganan kasus darurat, penyakit gusi maupun edukasi kesehatan.

"Permintaan layanan estetika seperti behel dan bleaching tinggi. Ini peluang luar biasa bagi lulusan kedokteran gigi yang kompeten. Dokter umum mungkin sudah cukup banyak, tapi dokter gigi masih kurang, terutama di wilayah utara seperti Muaragembong dan sekitarnya," katanya.

Ia mendorong PDGI Kabupaten Bekasi menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki program studi kedokteran gigi. Salah satu langkah yang diusulkan adalah menempatkan dokter gigi internship di wilayah-wilayah yang masih kekurangan tenaga medis.

"Kita harapkan ada kerja sama dengan universitas, sehingga dokter gigi internship bisa ditempatkan di daerah-daerah yang masih minim tenaga, seperti di wilayah utara," katanya.

Dirinya menekankan peran penting dokter gigi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut sebab penyakit gigi yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: PDGI Kabupaten Bekasi gelar bakti sosial dukung program nasional cegah stunting

Ketua PDGI Kabupaten Bekasi drg Febrina Roulita Siregar menegaskan komitmen menjadikan organisasi profesi dokter gigi yang profesional, inovatif serta berkontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan.

Ia mengakui saat ini ada 305 dokter gigi yang tergabung dalam organisasi PDGI Kabupaten Bekasi. Mereka bertugas di sejumlah fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit, klinik hingga pusat kesehatan masyarakat meski jumlahnya belum optimal yakni tersedia di 28 dari total 55 puskesmas.

Sebagai tindak lanjut instruksi kepala daerah, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Medika Suherman (UMEDS) di Kawasan Gobel, Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat untuk mengatasi backlog tenaga kesehatan khususnya profesi dokter gigi.

"Selain terlibat dalam sejumlah aksi sosial kemanusiaan, kami bersama pemerintah daerah juga terus menjalin koordinasi secara intensif agar persoalan keterbatasan tenaga medis ini bisa segera teratasi, mulai dari rekrutmen lulusan universitas, termasuk menyangkut upaya pemda mengoptimalkan penerimaan pegawai untuk formasi dokter gigi," kata dia.

Menurut standar badan otoritas kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) rasio standar antara jumlah dokter gigi dengan penduduk adalah minimal 1 tenaga medis melayani 7.500 penduduk. Sementara rasio ideal di Indonesia, satu dokter gigi melayani 5.000 penduduk.

Sehingga untuk memenuhi standar layanan kesehatan gigi dan mulut bagi 3.434.768 jiwa penduduk Kabupaten Bekasi, dibutuhkan minimal 459 dokter gigi sesuai standar WHO atau 687 dokter gigi bila mengacu standar nasional. Sedangkan jumlah dokter gigi di daerah itu saat ini baru berjumlah sekitar 300 orang.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026