Kabupaten Bogor (ANTARA) - Komisi VII DPR RI mendorong pemerintah pusat dan daerah mencari solusi baru untuk mengatasi kemacetan di jalur wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dorongan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua, Senin, guna menyerap aspirasi pelaku industri pariwisata.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, menilai sistem rekayasa lalu lintas buka-tutup yang selama ini diterapkan sudah tidak lagi efektif menghadapi tingginya volume kendaraan menuju kawasan Puncak.
“Memang kita merasakan bahwa buka-tutup ini juga sudah terlalu jadul dan kurang akomodatif,” ujar Putra Nababan.
Baca juga: Pemkab Bogor buka jalur alternatif baru di kawasan wisata Puncak
Menurut dia, perlu ada terobosan baru berupa pembangunan akses alternatif atau jalur baru yang dapat mengurai kepadatan arus wisatawan, khususnya saat akhir pekan dan musim liburan.
Dia mengatakan kawasan Puncak tidak hanya menampung satu destinasi wisata, melainkan terhubung dengan berbagai objek wisata lain yang terus berkembang, sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.
“Mungkin harus ditemukan rute lain, jalan lain menuju ke lokasi pariwisata ini karena ini bukan hanya Taman Safari, tapi banyak lokasi lain yang terkoneksi,” katanya.
Putra menambahkan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, termasuk pemerintah provinsi, perlu memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan solusi aksesibilitas yang lebih baik bagi wisatawan.
Ia menilai kemudahan akses menuju destinasi wisata akan berdampak langsung terhadap peningkatan kunjungan dan daya saing pariwisata Indonesia di tengah persaingan global.
Baca juga: Pemkab Bogor kaji ulang rekayasa lalu lintas jalur wisata Puncak
Komisi VII DPR RI menegaskan berbagai masukan dari pelaku industri pariwisata, termasuk terkait kemacetan dan aksesibilitas, akan dibawa ke dalam rapat kerja bersama kementerian terkait untuk dirumuskan kebijakan lanjutan.
“Masalah-masalah yang kita temukan di sini akan kita bawa ke rapat kerja dan disampaikan kepada kementerian,” kata Putra Nababan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampouw, mengatakan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung ekosistem pariwisata, termasuk bagi kawasan sekitar TSI.
Ia menyebut kehadiran destinasi wisata seperti Taman Safari telah mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui peningkatan lalu lintas pengunjung dan pembangunan infrastruktur pendukung.
“Dengan adanya traffic ke Taman Safari itu mengakibatkan ekonomi desa meningkat,” kata Aswin.
Baca juga: Pemkab Bogor mulai garap penataan 7 simpang penyebab macet jalur Puncak
Namun demikian, ia mengakui kemacetan dan keterbatasan akses masih menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi secara bersama-sama.
General Manager TSI Bogor, Sere Nababan, juga menyampaikan bahwa persoalan infrastruktur menjadi isu krusial yang memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan.
Menurut dia, peningkatan target kontribusi sektor pariwisata, termasuk dari TSI, sangat bergantung pada kelancaran akses menuju kawasan Puncak.
“Infrastruktur itu adalah big issue. Kalau kita berharap traffic pengunjung tinggi, maka akses harus mendukung,” ujarnya.
Ia berharap aspirasi yang disampaikan kepada DPR RI dalam kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti hingga ke tingkat pemerintah pusat, sehingga menghasilkan solusi konkret bagi pengembangan kawasan wisata Puncak.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026