Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menjalankan program bedah 1.000 rumah tidak layak huni (RTLH) per tahun sebagai upaya menangani kemiskinan ekstrem.

"Program bedah rumah ini salah satu instrumen utama dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat," kata Bupati Tapin H Yamani di Rantau, Sabtu.

Pemerintah daerah pun menargetkan selama lima tahun sebanyak 5.000 RTLH dapat direhabilitasi.

“Melalui program RTLH, kami menargetkan ke depan tidak ada lagi rumah tidak layak huni di Tapin,” ujarnya.

Yamani menyatakan pihaknya terus berupaya mengimplementasikan program prioritas yang langsung menyasar kebutuhan dasar masyarakat.

Selain bedah rumah, Pemkab Tapin juga memberikan layanan kesehatan gratis yang dinilai efektif menekan angka kemiskinan ekstrem.

Program layanan kesehatan gratis memungkinkan masyarakat memperoleh pengobatan di puskesmas maupun RSUD Datu Sanggul hanya dengan menggunakan KTP, tanpa biaya.

Yamani menyebutkan, akses layanan kesehatan yang mudah turut memperkuat upaya penanganan kemiskinan ekstrem karena mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca juga: Pemerintah targetkan bedah 400 ribu rumah rakyat tahun ini

Baca juga: Dari razia ke renovasi rumah, upaya awal penegak perda ubah persepsi



Pewarta: Firman
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026