Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tengah menyiapkan proyek percontohan (pilot project) pengelolaan aset daerah guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui revitalisasi 42 kolam yang terbengkalai.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja di Rejang Lebong, Jumat, menyatakan keprihatinannya terhadap banyaknya aset milik daerah yang tidak terurus, padahal pembangunan maupun pengadaannya menelan anggaran negara yang cukup besar.
"Salah satu aset daerah yang terbengkalai ini ialah Balai Benih Ikan (BBI) dan kolam air deras Desa Belumai I, di Kecamatan Padang Ulak Tanding. Aset ini akan kita jadikan percontohan agar bisa memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah," kata dia.
Dia menjelaskan, dirinya telah meninjau kondisi BBI Belumai I dan telah menginstruksikan OPD terkait untuk segera merumuskan langkah strategis dan inovasi pengelolaan.
"Fokus utamanya adalah mengaktifkan kembali BBI Desa Belumai sebagai model pemanfaatan aset daerah yang optimal," terangnya.
Berdasarkan data teknis, BBI dan kolam pembesaran ikan di Desa Belumai I tersebut, kata dia, dibangun sekitar 15 tahun lalu menggunakan dana APBN. Namun, operasionalnya terhenti total sejak tahun 2015 akibat kerusakan pintu irigasi setelah diterjang banjir.
Meskipun pada tahun 2024 telah dilakukan upaya perbaikan infrastruktur, Hendri menilai pemanfaatannya hingga kini belum maksimal bagi kepentingan daerah maupun masyarakat.
"Ini patut kita berdayakan kembali sehingga hasilnya berdampak pada PAD Kabupaten Rejang Lebong dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui ketersediaan benih maupun ikan konsumsi," tegasnya.
Sebelum mengalami kerusakan, BBI Belumai I merupakan salah satu sentra perikanan produktif yang mampu menghasilkan hingga jutaan ekor benih ikan serta ikan nila, dan ikan mas konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Rejang Lebong dan sekitarnya.
Kondisi terkini di lokasi menunjukkan terdapat 42 unit kolam air deras serta kolam pembibitan yang tidak lagi berfungsi sehingga ditumbuhi rumput, seiring dengan kerusakan di kolam-kolam pembesaran ikannya serta fasilitas pendukung lainnya.
Baca juga: Bapenda Bekasi gelar operasi lapangan tingkatkan sekaligus kejar target PAD
Baca juga: DPRD Bogor sidak Dishub, soroti PAD nol dari KIR gratis
Pewarta: Nur MuhamadEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026