Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memilih mempercepat pembenahan program persampahan di tengah momentum kebijakan work from home (WFH).

WFH tidak sebagai jeda, melainkan sebagai ruang percepatan kerja. Hal itu terlihat dari giat mengonsolidasikan langkah, dan memastikan berbagai program strategis terus bergerak maju tanpa hambatan.

"Persoalan persampahan di Makassar tidak bisa dilepaskan dari karakteristiknya sebagai kota metropolitan dengan tingkat produksi sampah yang tinggi dan kompleksitas penanganan yang terus berkembang," ujar Munafri pada Rapat Koordinasi Strategis BersamaKepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH-SUMA) di Makassar, Jumat.

WFH digunakan untuk memperkuat koordinasi internal, mempercepat pengambilan keputusan, serta memastikan implementasi program prioritas berjalan lebih efektif dan terarah.Menurutnya, program persampahan menuntut kerja serius dan terukur dari seluruh jajaran pemerintah, khususnya para camat dan lurah, untuk menjaga kebersihan wilayah masing-masing agar Makassar dapat keluar dari zona merah darurat sampah.

Menurut Munafri, persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, lembaga teknis, hingga partisipasi masyarakat.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Makassar terus mematangkan langkah transformasi pengelolaan sampah, khususnya di TPA Antang, dengan mengadopsi sistem sanitary landfill yang lebih terstruktur dan berstandar lingkungan.

"Jadi, forum ini tidak hanya menjadi ruang kordinasi, tetapi juga wadah penyamaan pandangan dalam mempercepat reformasi pengelolaan sampah secara menyeluruh di Kota Makassar," jelasnya.

Dia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melainkan seluruh perangkat daerah.

Setiap sektor memiliki peran masing-masing dalam memastikan sistem pengelolaan berjalan optimal, mulai dari wilayah kecamatan, pasar, jalan, hingga infrastruktur.

Untuk itu, Ia telah menginstruksikan agar perencanaan anggaran melalui Bappeda dimaksimalkan guna mendukung penanganan TPA pada 2026.


Baca juga: Anak muda Makassar olah sampah plastik jadi BBM

Baca juga: Pemkot Makassar siapkan hadiah ratusan juta bagi RT/RW kelola sampah




Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026