Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memfokuskan pembangunan tahun 2027 pada penguatan infrastruktur guna mendorong pemerataan antarwilayah, sekaligus meningkatkan layanan dasar masyarakat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Jumat, mengatakan arah kebijakan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 sebagai upaya menjawab tantangan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur menjadi kunci untuk membuka konektivitas dan mengurangi kesenjangan antarwilayah, terutama di kawasan barat dan wilayah yang selama ini memiliki akses terbatas.

“Pembangunan Kabupaten Bogor pada tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan infrastruktur, peningkatan layanan dasar masyarakat, serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah,” ujar Rudy.

Pemkab Bogor sebelumnya telah mengalokasikan lebih dari Rp300 miliar untuk perbaikan jalan di wilayah barat, meliputi Rumpin, Parung Panjang, Gunung Sindur, Sukajaya hingga Nanggung.

Ke depan, pembangunan infrastruktur akan diperluas, di antaranya pembangunan akses jalan sepanjang 18 kilometer di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, peningkatan akses jalan di wilayah Cijeruk, serta pengembangan jalur penghubung Transyogi menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur.

Selain itu, pemerintah daerah juga mempersiapkan pembangunan jalan khusus angkutan tambang di wilayah barat guna mengurangi dampak aktivitas kendaraan tambang terhadap masyarakat.

Di sektor pelayanan dasar, Pemkab Bogor terus memperkuat kebijakan yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi wajib pajak dengan nilai di bawah Rp100 ribu.

Pemerintah daerah juga memastikan seluruh masyarakat terjamin dalam program Universal Health Coverage (UHC) melalui kepesertaan BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung pemerintah daerah.

“Bagi kami, hak dasar masyarakat adalah kesehatan dan pendidikan. Karena itu pemerintah hadir memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan,” katanya.

Selain infrastruktur dan layanan dasar, sejumlah proyek strategis juga disiapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Galuga yang ditargetkan menghasilkan listrik sekitar 50 megawatt.

Tak hanya itu, Kabupaten Bogor juga ditunjuk sebagai lokasi pembangunan sport center berskala internasional di Kecamatan Rancabungur yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Rudy menegaskan seluruh rencana pembangunan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari DPRD, pemerintah desa, hingga masyarakat luas.

“Kabupaten Bogor tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Harus dibangun bersama dengan semangat kebhinekaan dan rasa cinta kepada daerah,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan evaluasi terhadap program pembangunan yang berjalan, sekaligus merumuskan langkah strategis agar pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026