Jakarta (ANTARA) - Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siradj menegaskan peran penting organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dalam menjaga stabilitas bangsa melalui dakwah yang bijak.
Hal itu disampaikan KH Said saat memberikan pembekalan kepada peserta Musyawarah Nasional (Munas) X LDII di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, Rabu, di tengah dinamika geopolitik global yang dinilai semakin bergejolak.
“Alhamdulillah Indonesia dalam keadaan stabil, rukun, dan kompak. Adapun ada perbedaan itu wajar dan pasti ada, namun perbedaan antarormas bukan pada prinsip,” ujar KH Said.
Ia menekankan bahwa seluruh umat Islam memiliki tanggung jawab untuk berdakwah dengan pendekatan bil hikmah, yakni melalui cara-cara yang bijak, tutur kata yang baik, serta dialog yang berkualitas.
Menurutnya, pendekatan dakwah yang mengedepankan kebijaksanaan telah menjadi kekuatan umat Islam di Indonesia dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
KH Said juga mengingatkan bahwa manusia merupakan makhluk yang diberi amanat oleh Allah, baik amanat secara langsung berupa akal dan kemampuan berpikir, maupun amanat dalam membangun kehidupan sosial dan peradaban.
Ia menjelaskan, amanat tersebut harus dijalankan dengan niat baik agar dapat menghasilkan manfaat bagi kehidupan umat dan bangsa.
Selain itu, KH Said mengajak umat Islam untuk meneladani sifat Nabi Muhammad SAW yang penuh hikmah, termasuk dalam hal kedisiplinan dan ketaatan terhadap kepemimpinan.
“Agama harus dipimpin oleh orang-orang yang kuat dan berani. Dengan demikian kita akan menang, mudah-mudahan LDII juga menang dan besar,” katanya.
Dalam konteks pembangunan peradaban, ia mendorong LDII untuk mengutamakan kualitas sumber daya manusia melalui penguasaan ilmu pengetahuan.
“Utamakan kualitas bukan kuantitas. Bangun LDII dengan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
KH Said juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang kuat.
Ia berharap LDII dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui pemberdayaan yang berbasis pengetahuan dan kemampuan.
Sementara itu, Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono mengapresiasi materi yang disampaikan KH Said yang dinilai relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam membangun umat yang unggul secara moral, sosial, dan ekonomi.
“Ini sangat diperlukan dalam konteks zaman digital saat ini,” kata Singgih.
Ia menambahkan bahwa untuk mewujudkan umat yang unggul, diperlukan tidak hanya peran ulama, tetapi juga individu yang memiliki empati kemanusiaan serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi kunci agar umat Islam mampu bersaing dan tidak tertinggal dari bangsa lain.
Singgih menegaskan bahwa berbagai pesan yang disampaikan KH Said akan menjadi bahan dalam penyusunan program kerja LDII untuk lima tahun ke depan.
“Pembekalan dari para tokoh ini akan menjadi bahan menyusun program kerja LDII lima tahun mendatang,” ujarnya.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026