Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) menyiapkan peningkatan kapasitas para pustakawan dari lintas kampus se-Indonesia yang unggul dalam menghadapi perkembangan terkini dari teknologi kecerdasaan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Peningkatan kapasitas pustakawan ini dengan menyelenggarakan kegiatan "Workshop-Benchmarking Tenaga Kependidikan (Tendik) Bidang Pustakawan dalam Program Tendik Berdampak 2026”.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Talenta (DSDMPT) UI Muhammad Arif Budiyanto di Depok, Rabu, menegaskan manfaat pelaksanaan lokakarya ini bagi para pustakawan kampus se-Indonesia.

"Melalui pelaksanaan workshop ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh wawasan baru, meningkatkan kapasitas, dan mampu merefleksikan secara kritis kegiatan yang selama ini dijalankan," katanya.

Baca juga: Perpustakaan UI juara 1 setelah manfaatkan AI untuk olah naskah kuno beraksara China tradisional
Baca juga: Perpustakaan UI gandeng Lontara App perkenalkan literasi sejak dini pada anak


Tenaga kependidikan, khususnya para pustakawan, harus bertransformasi dengan model kerja inovatif dalam menanggapi perkembangan dunia yang kian dinamis.

"Peran pustakawan sebagai penjaga literatur dan tulang punggung keilmuan sangatlah krusial," katanya.

Kepala Perpustakaan UI Luluk Tri Wulandari menekankan bahwa para tendik pustakawan kini harus mampu mengintegrasikan kemampuan manajerial, teknis, dan sosiokultural.

Secara khusus pada aspek kemampuan manajerial, katanya, pustakawan dituntut mampu mengantisipasi dan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dengan tujuan menjadi "pustakawan 5.0" yang mampu menerapkan kemajuan-kemajuan di era kini ke dalam praktik layanan perpustakaan, yang nantinya menghasilkan nilai tambah dalam optimalisasi serta inovasi sistem pelayanan dan pembelajaran di kampus.

Baca juga: Pustakawan UI didorong kembangkan diri jadi kreator konten

"Pustakawan dituntut tidak hanya tahu dan paham soal buku, tapi juga harus memahami soal pengelolaan informasi. Pustakawan harus menjadi entitas yang paling tahu di mana mencari
sumber informasi. Peran sebagai sumber informasi yang kredibel ini kian dibutuhkan saat ini, apalagi dengan gempuran keberadaan mesin pencari berbasis AI," ujarnya.

Ia menyebut sinergi manusia dan teknologi sebagai aset strategis yang menghasilkan nilai tambah dalam inovasi belajar dan layanan akademik.

Rangkaian lokakarya yang berlangsung pada 6-10 April 2026 ini, program nasional strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berkolaborasi dengan sejumlah kampus ternama di tanah air, termasuk UI. 



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026