Garut (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, melakukan penanganan medis secara intensif terhadap 102 warga yang positif terpapar campak terhitung sejak Januari hingga April 2026 sampai dipastikan kondisinya sembuh.
"102 orang total kasus, yang masih dirawat sekitar 60 orang," kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Garut Yodi Sirojudin saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Selasa.
Ia mengatakan pemerintah terus melakukan langkah antisipasi penyebaran campak melalui imunisasi campak secara serentak dengan sasaran sekitar 165 ribu anak.
Selain imunisasi untuk menekan penyebaran campak, kata dia, jajarannya melakukan langkah cepat dan tepat dalam menangani pasien campak yang saat ini berdasarkan data dari Labkesda Provinsi Jawa Barat tercatat 102 orang.
Baca juga: Dinkes Bekasi gencarkan CUC Campak untuk cegah dan tingkatkan kekebalan kelompok
Baca juga: Dinkes Cimahi catat ada 16 kasus positif campak dari total 155 suspek pada 2026
Namun, katanya, berdasarkan data itu, sebagian besar sudah diatasi atau kembali sehat, sedangkan saat ini yang masih menjalani perawatan medis secara intens 60 orang tersebar di beberapa daerah.
"60 orang di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit," katanya.
Ia mengatakan kemunculan kasus campak di Garut dalam kurun waktu Januari hingga April 2026, saat ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Garut untuk melakukan pencegahan secara masif agar tidak meluas penyebarannya.
Baca juga: Pemkot Malang edukasi imunisasi campak untuk gugah kesadaran warga
Kasus campak, kata dia, berhasil terdeteksi ketika petugas kesehatan di puskesmas menemukan pasien yang datang berobat dengan gejala khas campak. Selanjutnya, petugas kesehatan melakukan penanganan intensif, seperti menempatkan ruang khusus untuk mencegah penularan.
"Selain penanganan intensif, kami juga melaksanakan ORI (Outbreak Response Immunization), imunisasi ini penting agar anak-anak memiliki kekebalan tubuh dan tidak mudah tertular campak," kata Yodi.
Selain Dinkes Garut, Kepolisian Resor Garut juga melakukan gerakan pencegahan penularan campak dan membantu pengawasan pelaksanaan imunisasi agar berjalan lancar dan sukses sebagai bagian dari upaya menekan potensi kejadian luar biasa (KLB) campak di Garut.
"Kehadiran aparat kepolisian di tengah kegiatan masyarakat juga menjadi bentuk pendampingan, sekaligus memberikan rasa aman, sehingga pelaksanaan imunisasi dapat berjalan optimal," kata Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi.
Pewarta: Feri PurnamaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026