Jakarta (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan menargetkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pekerja di sektor ekonomi digital sebagai fokus utama dalam memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menurut Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, kedua sektor tersebut memiliki potensi besar, namun belum seluruhnya terjangkau dalam program perlindungan sosial.
“Kami akan melakukan intensifikasi kepesertaan UMKM karena memang di UMKM yang mikro ini masih banyak area yang bisa kita improve dan kembangkan,” kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.
Selain UMKM, Saiful mengatakan bahwa pertumbuhan pekerja di sektor digital dan ekonomi berbasis platform juga terus meningkat sehingga membutuhkan perlindungan jaminan sosial yang memadai. Sejalan dengan itu, BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong perluasan kepesertaan melalui ekosistem digital guna menjangkau pekerja di sektor tersebut secara lebih efektif dan efisien.
Dalam kesempatan yang sama, ia pun menyampaikan bahwa perluasan juga dilakukan melalui pendekatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, asosiasi usaha, dan komunitas pekerja.
Langkah itu dilakukan, ujarnya, mengingat karakteristik pekerja UMKM dan digital yang sebagian besar berada di sektor informal dan memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga akan memperkuat sosialisasi dengan melibatkan tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh untuk meningkatkan kesadaran pekerja agar bergabung sebagai peserta.
Baca juga: BPS Depok minta masyarakat dan pelaku usaha ikut sukseskan Sensus Ekonomi
Baca juga: Pendapatan naik, pelaku UMKM sambut baik pelaksanaan Bazar Rakyat Monas
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial secara signifikan, khususnya bagi kelompok pekerja yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
"Tentunya kami akan intens untuk melakukan sosialisasi bersama figur atau tokoh masyarakat yang berpengaruh, khususnya nanti untuk kepersertaan di sektor informal," kata dia.
Sebelumnya, Saiful telah mengatakan bahwa pihaknya mengupayakan perluasan perlindungan pekerja melalui strategi coverage, care, dan credibility (3C) sebagai langkah menghadirkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pewarta: Tri Meilani AmeliyaEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.