Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan pengembangan Pusat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditargetkan mampu menuntaskan persoalan sampah dalam 10 tahun.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Rudy saat membahas percepatan proyek PSEL bersama jajaran perangkat daerah serta perwakilan Weiming Group dan Danantara di Pendopo Bupati, Selasa.

Bupati Rudy mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mempercepat berbagai tahapan agar pengolahan sampah berbasis teknologi modern dapat segera diterapkan sebagai solusi jangka panjang.

Baca juga: Bupati Bogor sebut PSEL Galuga mulai dibangun pada 2026
Baca juga: Danantara targetkan groundbreaking PSEL Galuga awal 2026

“Berbagai tahapan terus kami percepat agar dapat diterapkan sebagai solusi jangka panjang. Hari ini kami bahas langsung bersama jajaran Weiming Group dan Danantara, serta beberapa perangkat daerah terkait, untuk menuntaskan masalah sampah di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Melalui teknologi PSEL, kata dia, sampah yang selama ini menjadi persoalan menahun diharapkan dapat diolah secara optimal sekaligus menghasilkan energi listrik.

Menurutnya, transformasi TPA Galuga menjadi pusat pengolahan sampah modern menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada metode penimbunan konvensional.

Baca juga: Menteri LH tinjau lokasi rencana pembanguan WTE PSEL di TPA Galuga Bogor

Selain itu Bupati Rudy menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan proyek tersebut, termasuk dukungan dari mitra teknologi dan lembaga investasi.

Ia berharap proyek PSEL di TPA Galuga dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam penanganan sampah, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan bagi masyarakat pada masa mendatang.

Perwakilan Weiming Group menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Bogor terhadap rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026