Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf guna membahas progres program Sekolah Rakyat dan sinkronisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (6/4).
Mengutip akun Instagram resmi Sekrerariat Kabinet di Jakarta, Selasa, pertemuan tersebut memfokuskan pada penguatan kualitas pendidikan melalui Sekolah Rakyat serta memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul itu melaporkan perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang terus menunjukkan tren positif, terutama dari segi capaian prestasi siswa di level nasional hingga internasional.
Salah satu prestasi yang dilaporkan, yakni keberhasilan Rina Ayu Mei Sarah sebagai Peserta Terbaik I Young Scientist Training Camp ke-6 FGP Indonesia. Siswa tersebut merupakan perwakilan dari Sekolah Rakyat Menengah Atas 18 Blora.
Selain itu, Gus Ipul memaparkan capaian Muliyadi dari Sekolah Rakyat Menengah Pertama 18 Lombok Barat yang meraih medali perunggu Olimpiade Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris tingkat nasional 2025.
Prestasi lainnya turut diraih Juli, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 12 Bogor yang menembus final Olimpiade Geografi tingkat ASEAN (GEOSAC) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Baca juga: Seskab Teddy: Lawatan ke Jepang-Kosel hasilkan komitmen bisnis Rp575 triliun
Baca juga: Seskab Teddy ajak masyarakat dukung transformasi budaya kerja nasional
Sementara itu, terkait aspek kesejahteraan sosial, kedua pihak membahas upaya optimalisasi penyaluran bansos agar semakin akurat dengan berpedoman pada DTSEN.
Pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian berkomitmen memastikan program perlindungan sosial berjalan efektif.
Penguatan basis data terpadu nasional menjadi kunci bagi pemerintah untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat dan terukur.
Pewarta: Aditya RamadhanEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.