Kupang (ANTARA) - Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang Prof. Jefri S. Bale mengingatkan mahasiswanya yang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar mengutamakan empati kepada masyarakat seperti menempatkan nilai kemanusiaan di atas teknologi di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
“AI tidak memiliki empati, ia tidak bisa meneteskan air mata saat melihat balita kekurangan gizi,” kata Rektor Undana Prof. Jefri Bale di hadapan mahasiswa Undana yang menjalankan KKN, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu.
Rektor menjelaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk AI, harus dimanfaatkan secara bijak sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peran manusia dalam memahami persoalan sosial di masyarakat.
Baca juga: Undana ingin perpanjang durasi pertukaran mahasiswa internasional
Baca juga: Undana Kupang jajaki kemitraan dengan CIMB perkuat digitalisasi kampus
Menurut dia, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat, terutama melalui program pengabdian seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), justru menjadi momentum untuk menghadirkan sentuhan kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Ia menilai tantangan pembangunan di daerah seperti Nusa Tenggara Timur tidak hanya membutuhkan solusi berbasis data dan inovasi digital, tetapi juga kepekaan sosial serta empati terhadap kondisi riil masyarakat.
Rektor juga mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak dalam pendekatan teknokratis yang kaku, melainkan mampu membangun komunikasi yang humanis dengan warga.
Baca juga: Universitas Nusa Cendana anggarkan Rp1 miliar untuk riset di Kabupaten Ngada
Pendekatan tersebut, lanjutnya, penting agar program-program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan dampak berkelanjutan.
Selain itu, mahasiswa didorong untuk lebih banyak mendengar, belajar dari kearifan lokal, serta berperan sebagai fasilitator yang menjembatani pengetahuan akademik dengan praktik kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dengan demikian, peran mahasiswa tidak hanya sebagai agen perubahan berbasis ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai representasi nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembangunan di daerah.
Pewarta: Kornelis KahaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.