Jayawijaya, Papua Pegunungan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara, Papua Pegunungan, memastikan Festival Etnik Religi atau FER digelar pada 11-13 Agustus 2026.
Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Manusia Setda Kabupaten Tolikara Imanuel Gurik dalam keterangan diterima di Wamena Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Minggu, mengatakan pelaksanaan FER adalah yang pertama di Kabupaten Tolikara.
"Kami baru menggelar kegiatan festival pertama di Tolikara untuk mendorong kelestarian adat istiadat, budaya di Tolikara sehingga keberadaannya tetap lestari," katanya.
Menurut dia, FER menjadi strategi Pemkab Tolikara dalam membantu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2026.
"Kami pikir FER menjadi cara lain untuk membantu meningkatkan PAD bagi Kabupaten Tolikara pada tahun ini. Kegiatan budaya yang dikemas baik maka akan mendatangkan banyak wisatawan ke daerah ini sehingga dapat meningkatkan PAD," ujarnya.
Dia menjelaskan PAD Kabupaten Tolikara pada tahun 2025 sebesar Rp18,07 miliar dan berhasil melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp12 miliar.
"Kami bersyukur realisasi PAD tahun lalu melebihi target, tanpa adanya festival budaya. Maka tahun ini kami berharap dengan FER maka jumlah PAD dapat meningkat," katanya.
Dia menambahkan waktu pelaksanaan FER juga diintegrasikan dengan kegiatan budaya lain yang lebih dulu ada di Papua.
"Kami menyesuaikan pelaksanaan FER pada 11-13 Agustus untuk mensinkronkan kegiatan budaya lain seperti Festival Danau Sentani (FDS) 3-5 Agustus dan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 7-9 Agustus. Kami berharap wisatawan yang datang ke FDS dan FBLB dapat melanjutkan ke FER di Kabupaten Tolikara," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Jayapura pastikan Festival Danau Sentani dilaksanakan Agustus 2026
Baca juga: Pemprov Papua Pegunungan dorong festival budaya terintegritas di 8 kabupaten
Pewarta: Yudhi EfendiEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026