Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia mengingatkan pemerintah mewaspadai efek domino krisis energi global yang mulai menekan sektor industri nasional.
Shanty mengatakan dinamika energi global tidak hanya memicu fluktuasi harga minyak dan gas, tetapi juga berdampak lanjutan terhadap industri yang bergantung pada energi sebagai bahan baku utama.
“Dinamika energi global saat ini tidak hanya berdampak pada harga minyak dan gas, tetapi mulai menunjukkan dampak lanjutan terhadap sektor industri yang bergantung pada energi sebagai bahan baku,” kata Shanty dalam keterangannya, Minggu.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi stabilitas pasokan dan keberlanjutan produksi industri dalam negeri, termasuk sektor plastik dan industri lain yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap energi.
Menurut Shanty, isu ketahanan energi perlu dilihat secara lebih komprehensif, tidak hanya terbatas pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas, tetapi juga mencakup keberlangsungan pasokan energi bagi sektor industri secara luas.
“Isu ketahanan energi tidak hanya berhenti pada ketersediaan BBM dan gas, tetapi juga kemampuan menjaga keberlangsungan pasokan bagi sektor industri yang lebih luas,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi data dan penguatan sistem monitoring energi nasional yang terintegrasi agar pemerintah dapat merespons dinamika global secara cepat dan tepat.
“Kami menekankan pentingnya transparansi data dan sistem monitoring yang lebih terintegrasi, agar pemerintah dapat merespons secara cepat terhadap potensi tekanan di sektor energi dan turunannya,” ujarnya.
Komisi XII DPR RI, lanjut dia, mendorong pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta memastikan kesiapan industri dalam menghadapi potensi gangguan pasokan energi.
Shanty menambahkan, di tengah meningkatnya ketidakpastian global, langkah mitigasi yang tepat menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sektor industri nasional sekaligus mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.