Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menerima bantuan sebanyak 17.500 paket makanan bergizi tambahan untuk disalurkan kepada ibu hamil dan anak berstatus kurang gizi sebagai upaya menekan angka stunting di daerah itu.

Bantuan paket berisi susu, telur, biskuit hingga kudapan berprotein itu berasal dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) produsen ban Korea Selatan, PT. Hankook Tire Indonesia yang beroperasi di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

"Bantuan ini sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor, khususnya antara pemerintah daerah dengan swasta melalui skema penyaluran CSR perusahaan," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin usai menerima bantuan secara simbolis di Cikarang, Sabtu.

Baca juga: 40 balita di Bantargebang Bekasi terima manfaat program pendampingan perbaikan gizi

Ia menjelaskan bantuan disalurkan secara bertahap dengan intensitas penyaluran sebanyak satu kali dalam sepekan selama dua bulan ke depan kepada para penerima manfaat, yakni masyarakat yang tinggal di sekitar area operasional perusahaan.

Selain ibu hamil dan anak stunting di Desa Hegarmukti, bantuan juga menjangkau masyarakat yang tinggal di Desa Jayamukti, Cicau, Pasirranji, Pasir Tanjung dan Sukamahi. Seluruhnya berada di Kecamatan Cikarang Pusat.

Dia menilai program bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dunia usaha yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi langkah perusahaan yang telah berkontribusi bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya dalam upaya penanganan stunting. Ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan dunia usaha," ujarnya.

Baca juga: Diperkimtan Bekasi optimalkan Program SPALD-S untuk tekan stunting

Endin mengaku keterlibatan sektor swasta melalui program CSR-nya sangat dibutuhkan pemerintah daerah, terutama dalam merespons beragam kebutuhan masyarakat dengan harapan semakin banyak perusahaan yang bisa berpartisipasi.

Pihaknya menegaskan upaya penanganan penyakit tumbuh kembang anak atau stunting membutuhkan kolaborasi antar-lintas sektor terkait, sehingga pemerintah daerah terus mendorong penguatan sinergi, termasuk dengan dunia usaha.

"Program ini menjadi ikhtiar bersama penanganan stunting yang memang membutuhkan kolaborasi agar angka prevalensi bisa terus ditekan. Ke depan kita lebih mendorong kolaborasi yang lebih luas agar berbagai program prioritas daerah dapat berjalan optimal dengan dukungan berbagai pihak," ucapnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi Dwi Sigit Adrian menambahkan program ini selaras dengan hasil musyawarah perencanaan pembangunan atau Musrenbang CSR pada Desember 2025, yakni mendorong inisiatif perusahaan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Urbanisasi turut sumbang angka stunting di Kabupaten Bekasi

Sigit menyebut arah pembangunan Kabupaten Bekasi 2025-2029, mengacu pada visi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, Sejahtera. Fokus utama pembangunan sekaligus menjadi acuan bagi pelaksanaan program CSR dalam mendukung sektor-sektor strategis, termasuk bidang kesehatan.

Selain mengimplementasikan kemudahan layanan perizinan usaha bagi sektor swasta, pemerintah daerah juga mempersiapkan CSR Award tahun 2026, sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan atas kontribusi terbaik bagi pembangunan Kabupaten Bekasi.

"Kami telah menyiapkan mekanisme reward sebagai wujud apresiasi bagi perusahaan yang secara aktif berkontribusi membantu program-program pemerintah. Apresiasi berupa CSR Awards 2026 sebagai stimulus, memotivasi perusahaan sekaligus memperkuat sinergi yang sudah berjalan," katanya.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026