Padang (ANTARA) - Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami erupsi sekitar 22 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 07.41 WIB yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5,3 milimeter serta berdurasi sekitar 22 detik," kata petugas PGA Gunung Marapi Ilhamdi Saputra di Padang, Sabtu.
Dalam laporannya, Ilham menyebut tinggi kolom abu vulkanik akibat letusan gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut tidak teramati karena tertutup awan. Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.
Baca juga: PGA laporkan Gunung Marapi di Sumbar alami erupsi sekitar 26 detik
Baca juga: Gunung Marapi erupsi dengan lontarkan abu vulkanik setinggi 1,6 kilometer
Di hari yang sama PGA juga mencatat gunung api tersebut mengalami erupsi pukul 05.25 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup awan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan durasi 34 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat untuk dipatuhi. Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek).
Kedua, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan atau musim hujan.
Baca juga: Marapi: Antara ancaman dan anugerah
Kemudian, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif, serta tidak menyebarkan narasi bohong.
Pewarta: Muhammad ZulfikarUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.