Jakarta (ANTARA) - Fenomena pemberdayaan warga lanjut usia (lansia) di sektor formal kian nyata dan naik kelas. Uma Oma Group resmi mengekspansi gerakan sosialnya dengan membuka Uma Oma Heritage di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/4).

Tak sekadar menawarkan hidangan Nusantara yang elegan, restoran ini menjadi panggung profesional bagi para lansia untuk tetap berdaya, aktif, dan mandiri.

Co-Founder Uma Oma Group, Firhan Salam, mengungkapkan bahwa ekspansi ke kawasan Menteng ini merupakan upaya untuk membuktikan bahwa kontribusi lansia memiliki nilai tinggi di industri hospitality profesional.

Berangkat dari kesuksesan Uma Oma Cafe di Blok M, kehadiran Uma Oma Heritage di jantung ibu kota membawa misi yang lebih matang. Restoran ini mengintegrasikan pengalaman bersantap kelas atas dengan inisiatif inklusi sosial yang menempatkan lansia sebagai garda terdepan pelayanan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa para Oma juga bisa naik kelas. Bukan hanya makanannya yang kami angkat, tetapi juga kesempatan bagi mereka untuk belajar, berkontribusi, dan tetap aktif dalam lingkungan profesional. Kehadiran mereka justru memperkaya pengalaman tamu melalui kehangatan yang autentik," ujar Firhan dalam peresmian Uma Oma Heritage.

Inisiatif ini hadir di tengah pergeseran demografi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk lansia diproyeksikan akan mencapai sekitar 65 juta jiwa pada tahun 2045. Hal ini menjadikan keterlibatan lansia di ruang publik dan sektor produktif semakin relevan guna menciptakan lingkungan yang inklusif.

Di Uma Oma Heritage, para pekerja lansia yang akrab disapa "Oma" bukan sekadar wajah keramahan, melainkan bagian dari tim operasional yang terlatih. Mereka membawa latar belakang yang beragam ke dalam dunia pelayanan.

Sebut saja Oma Lauren, seorang mantan atlet bulutangkis yang kini menyalurkan energinya untuk menyambut tamu dengan semangat atletisnya. Ada pula Oma Juwita yang memiliki latar belakang pekerja sosial, serta Oma Masliah yang kini berperan sebagai hostess.

"Di sini kami tidak hanya bekerja, tetapi juga terus belajar dan berkembang. Kami merasa dihargai, dipercaya, dan bisa kembali berbagi apa yang kami miliki melalui masakan maupun cerita hidup," ungkap Oma Lauren.

Warisan Rasa

Secara kuliner, Uma Oma Heritage merangkai kembali resep-resep tradisional dari berbagai penjuru Nusantara yang biasanya hanya ditemui di dapur rumahan. Dengan teknik memasak yang tetap terjaga keasliannya, hidangan disajikan dengan presentasi yang lebih modern dan elegan.

Pengunjung juga dapat berinteraksi langsung melalui fitur Dapur Oma, sebuah area di mana tamu menyaksikan proses pembuatan kue dan jajanan tradisional secara langsung. Langkah ini memperkuat ikatan emosional antara rasa, proses, dan cerita di balik setiap hidangan.

Gerakan ini dipastikan tidak akan berhenti sebagai aksi sesaat. Uma Oma Group tengah memperkuat visi jangka panjangnya melalui Oma Foundation. Yayasan ini difokuskan sebagai pusat pelatihan dan pemberdayaan lansia agar lebih banyak individu lanjut usia di Indonesia yang memperoleh kesempatan untuk tetap berdaya di masa tua.

Melalui perpaduan cita rasa autentik dan gerakan sosial yang nyata, Uma Oma Heritage kini telah resmi dibuka untuk umum, mengundang masyarakat untuk menikmati "Warisan Rasa" sekaligus mendukung terciptanya ruang publik yang lebih menghargai peran lintas generasi.



Pewarta: Antara
Editor : Feru Lantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026