Depok (ANTARA) - Jakarta International Container Terminal (JICT) secara resmi merayakan hari jadinya yang ke-27 dengan menegaskan komitmen strategis untuk memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global lewat akselerasi transformasi hijau dan penguatan logistik.

Direktur Utama JICT, Ade Hartono dalam keterangannya, Kamis, terkait  syukuran HUT perusahaan ke-27 di Jakarta menjelaskan diusia yang semakin matang maka terminal peti kemas terbesar di tanah air ini tidak hanya fokus pada pencapaian angka operasional, tetapi juga tengah memacu transformasi besar menuju pelabuhan ramah lingkungan atau green port.

Rekam jejak JICT dalam mendukung arus logistik nasional terbukti sangat signifikan, di mana pada tahun 2025 saja, perusahaan berhasil mencatatkan throughput lebih dari 2 juta TEUs.

"Secara kumulatif, terminal ini telah menangani lebih dari 50 juta TEUs sejak awal beroperasi, sebuah pencapaian yang memvalidasi perannya sebagai simpul utama perdagangan internasional di kawasan," ungkap Ade.

Salah satu langkah konkret yang tengah digarap adalah konversi alat operasional, seperti penggunaan Rubber Tyred Gantry (RTG) berbasis listrik yang jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan mesin konvensional.

Upaya tersebut merupakan bagian dari visi besar JICT untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi karbon secara signifikan tanpa harus mengorbankan produktivitas pelabuhan.

Ade menekankan bahwa selain modernisasi alat, digitalisasi layanan dan program penghijauan intensif menjadi fondasi utama dalam menciptakan ekosistem pelabuhan yang kompetitif di masa depan.

Transformasi ini juga merambah hingga ke aspek sumber daya manusia dan budaya kerja. Momentum ulang tahun kali ini ditandai dengan peluncuran seragam baru yang merepresentasikan profesionalisme serta kehadiran Klinik Satelit untuk memastikan standar kesehatan 'Fit To Work' bagi seluruh pekerja.

Menurut Ade, langkah-langkah ini adalah simbol pemberdayaan bagi seluruh insan JICT agar siap menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks.

Dukungan terhadap posisi strategis JICT juga datang dari Managing Director Hutchison Ports Southeast Asia, Stephen Ashworth. Ia menegaskan bahwa JICT merupakan pilar penting dalam jaringan global mereka, mengingat standar operasional dan efisiensinya yang mampu bersaing ketat dengan pelabuhan-pelabuhan besar lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Dengan mengusung tema “27 Years Empowering Global Trade”, JICT kini menatap masa depan dengan arah yang lebih jelas. Transformasi menuju green port bukan sekadar tren, melainkan janji perusahaan untuk tetap menjadi pemimpin pasar yang efisien, berkelanjutan, dan menjadi kebanggaan infrastruktur logistik Indonesia di mata dunia.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026