Karawang (ANTARA) - Bupati Karawang Aep Syaepuloh memastikan kegiatan mutasi dan rotasi ratusan kepala sekolah tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat dilakukan secara bersih, tanpa ada pungutan.
"Kita tidak boleh merasa lelah dalam membangun pendidikan. Rotasi dan mutasi ini adalah hal biasa, dan kami pastikan rotasi dan mutasi ini digelar secara bersih," kata bupati disela pelantikan ratusan kepala sekolah di Karawang, Kamis.
Ia menyampaikan, kegiatan rotasi dan mutasi kepala sekolah SD hingga SMP dilakukan secara matang, melalui proses assessment potensi dan kompetensi terhadap ratusan kepala sekolah.
"Tidak ada pungutan. Tidak ada praktik jual beli jabatan dalam mutasi dan rotasi kepala sekolah ini," katanya.
Baca juga: Bupati Karawang tegaskan komitmen tindak dapur SPPG nakal di daerahnya
Baca juga: Bupati Karawang percepat proses pembangunan rumah warga yang ambruk
Disebutkan, sebanyak 561 jabatan kepala sekolah di Karawang resmi dirombak secara bertahap, sebagai bagian dari upaya penyegaran birokrasi di sektor pendidikan.
Pada tahap awal ini, sebanyak 353 kepala sekolah yang dilantik oleh bupati langsung di halaman SMPN 2 Telukjambe Timur, Karawang.
Rotasi-mutasi tersebut disusun menggunakan metode manajemen talenta, di mana seluruh kepala sekolah sebelumnya telah dipetakan berdasarkan kinerja, kapasitas, serta kemampuan manajerial.
Hasil penilaian itu kemudian menjadi dasar utama dalam menentukan penempatan, promosi, hingga pembinaan.
Bupati mengingatkan, jabatan bukanlah hak, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Baca juga: Bupati Karawang ajak ASN percepat pembangunan infrastruktur
Ia menekankan, sektor pendidikan menjadi kunci dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Sehingga para kepala sekolah memiliki peran penting sebagai pencetak generasi masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang Wawan Setiawan menyampaikan, kebijakan rotasi dan mutasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap satuan pendidikan dipimpin oleh figur yang tepat.
“Rotasi dan mutasi ini adalah bagian dari penataan sistem kepemimpinan pendidikan. Kami ingin memastikan setiap kepala sekolah ditempatkan sesuai kompetensi dan kebutuhan sekolahnya," kata dia.
Ia menyampaikan, proses rotasi dan mutasi tersebut dilakukan secara objektif dan transparan. Sehingga, mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara merata di seluruh wilayah Karawang.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.