Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pertukaran 10 nota kesepahaman Indonesia-Korea Selatan untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Rabu.
Mengutip Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden di Jakarta, kesepakatan yang diumumkan mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari ekonomi, energi, digital, hingga kesehatan dan industri masa depan yang dinilai strategis bagi kedua negara.
Pertukaran MoU tersebut menjadi wujud konkret komitmen Indonesia dan Korea Selatan dalam memperdalam kerja sama lintas sektor yang berorientasi jangka panjang.
Baca juga: Presiden Prabowo dan Presiden Lee sepakati kerja sama ekonomi hingga AI
Baca juga: Mahasiswa Indonesia di Korea mengaku termotivasi sapaan langsung Prabowo
Sepuluh MoU yang dipertukarkan meliputi pembentukan dialog strategis komprehensif khusus, kerja sama ekonomi 2.0, kemitraan mineral kritis, pengembangan digital, serta kerja sama di bidang kecerdasan buatan untuk kesehatan dasar dan pembangunan manusia.
Selain itu, kerja sama juga mencakup penguatan sektor energi bersih, penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), industri jasa pembangkit lepas pantai, perlindungan dan penegakan hak kekayaan intelektual, serta kerja sama keuangan antara Danantara dan Exim Bank of Korea.
Pemerintah menegaskan bahwa keseluruhan kesepakatan tersebut mencerminkan arah baru hubungan bilateral yang semakin strategis dan saling menguntungkan.
Baca juga: Prabowo kutip pepatah bijak Korea: Kalau pergi bersama, kita akan jauh
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat ketahanan industri, serta mempercepat transformasi menuju ekonomi berbasis teknologi dan energi bersih.
Selain itu, instrumen kerja sama tersebut juga menjadi langkah nyata dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks melalui kemitraan yang kuat dan terarah.
Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Korea Selatan menegaskan komitmen bersama untuk membangun pembangunan berkelanjutan, meningkatkan daya saing industri, serta memperkuat posisi kedua negara sebagai mitra strategis di kawasan dan dunia.
Pewarta: Aditya RamadhanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.