Bekasi (ANTARA) - Marketplace Game asal Indonesia, VCGamers menerima kunjungan dari civitas akademik Program Studi Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk menjembatani pemahaman antara perspektif akademik dan praktik nyata di lapangan, khususnya menghadapi dinamika perkembangan teknologi dan ekonomi digital yang semakin kompleks.
Puluhan mahasiswa dan civitas akademik Unhan RI melihat proses kerja di sejumlah divisi yang ada di VCGamers, mulai dari developer, marketing, operational hingga HR dan Finance. Kedua pihak bertukar pandangan dengan tim VCGamers mengenai keamanan siber hingga ekonomi digital.
Chairman VCGamers Wafa Taftazani mengapresiasi seluruh mahasiswa dan civitas akademik Unhan atas kunjungan yang sekaligus menjadi ruang bagi industri teknologi dan akademisi untuk berbagi pandangan dalam menciptakan ekosistem yang aman terhadap ancaman siber.
Dalam era digital yang semakin terhubung, keamanan data dan sistem menjadi isu krusial yang tidak hanya berdampak pada sektor bisnis, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap ketahanan nasional.
"Oleh karena itu, perlu ada kolaborasi antara industri dan akademisi dalam menciptakan sistem yang aman, resilien, dan adaptif terhadap ancaman siber yang terus berkembang," katanya di Bekasi, Selasa (31/3/2026).
Wafa menyatakan transformasi digital juga telah membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui digitalisasi. Hal ini harus sejalan dengan digitalisasi UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional.
"Teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing UMKM, memperluas akses pasar serta menciptakan model bisnis yang berkelanjutan," katanya.
Wafa berharap kunjungan ini dapat menciptakan hubungan yang lebih erat dan berkelanjutan antara Universitas Pertahanan dan VCGamers.
"Selain itu juga terbuka peluang kolaborasi di masa depan dalam bidang penelitian, pengembangan dan implementasi kebijakan yang mendukung kemajuan ekonomi digital Indonesia," ucap dia.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan, Mayjen TNI Priyanto mengatakan pihaknya memilih VCGamers karena perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknologi itu digawangi oleh sejumlah anak muda.
"Kita juga melihat bagaimana suatu usaha yang diawaki oleh anak-anak muda. Karena anak muda ini yang atau trennya orang bilang gen Z lah ya, gen Z adalah tulang punggung bangsa, nah tentunya kita ada kebanggaan juga ternyata salah satu perusahaan ini yang diawaki oleh para generasi muda ini sangat bermanfaat. Tidak saja secara perusahaan itu ada profit dan sebagainya, tapi juga memberikan manfaat kepada negara dan bangsa," kata Mayjen Priyanto.
Dia menjelaskan langkah yang diambil VCGamers dapat menjadi contoh generasi muda dalam memajukan bangsa melalui semangat bela negara.
"Mahasiswa diharapkan nanti juga bisa menjadikan pengetahuan buat mereka pada saat selesai melakukan pendidikan, dia punya pemahaman bagaimana membekali. Mulai dari tadi ada pengabdian kepada masyarakat dari anak-anak SMK atau di level sekolah menengah lanjutan atas, kemudian bagaimana pada saat di dunia usaha," ujarnya.(KR-PRA).
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.