Mataram (ANTARA) - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menerapkan aplikasi untuk melacak pergerakan wisatawan secara berkala sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan pendakian ke Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Balai TNGR Budhy Kurniawan mengatakan aplikasi ponsel pintar bernama Rinjani Beacon tersebut digunakan oleh seluruh pendaki, termasuk pemandu dan pramubarang sejak proses check-in sebelum memulai aktivitas pendakian.
"Ketika sudah login, maka saat itu juga pergerakan mereka dapat kami deteksi di command center," ujarnya saat diwawancarai dalam siniar Gerbang Mendengar Antara di Mataram, Selasa.
Budhy menjelaskan pemantauan berbasis aplikasi Rinjani Beacon adalah salah satu langkah transformasi layanan pendakian yang sebelumnya masih bersifat manual menjadi lebih terintegrasi dan berbasis teknologi.
Aplikasi itu mengadopsi prinsip Personal Locator Beacon (PLB) yang selama ini dipergunakan oleh tim Basarnas saat melakukan aktivitas pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan atau bencana alam.
Saat ini petugas Balai TNGR dapat memantau titik koordinat dan pergerakan pendaki secara berkala selama berada di jalur pendakian Gunung Rinjani.
"Selama ponsel pintar menyala, kami bisa melihat titik-titik bergerak. Ketika ponsel padam, titik koordinat tidak terlihat, sehingga infrastruktur pendukung untuk pemasangan sinyal menjadi sangat penting," kata Budhy.
Selain memantau pergerakan pendaki secara berkala melalui aplikasi Rinjani Beacon, Balai TNGR juga menerapkan gelang Radio Frequency Identification (RFID) yang digunakan secara kolektif dalam setiap kelompok pendaki.
Menurut Budhy, setiap regu pendaki mengutus satu atau dua orang untuk memakai gelang tersebut agar petugas memantau pergerakan selama melakukan pendakian.
Gelang RFID terhubung dengan sejumlah titik pemeriksaan yang disiapkan di jalur pendakian. Setiap kali pendaki melintas dan melakukan pemindaian, maka data pergerakan dapat langsung tercatat dan terpantau di pusat kendali yang berada di Kantor Balai TNGR.
"Dua teknologi itu (Rinjani Beacon dan gelang RFID) kami terapkan dalam musim pendakian tahun ini," pungkas Budhy.
Baca juga: Animo wisatawan ke kawasan wisata Sembalun meningkat di libur Lebaran
Baca juga: Festival Rinjani Begawe tandai pembukaan jalur pendakian
Pewarta: Sugiharto PurnamaEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.