Jakarta (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang dibunuh Israel saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.
"Kami mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," menurut pernyataan AWG melalui keterangan yang disampaikan pada Selasa (31/3).
Selain menyampaikan dukacita atas meninggalnya Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Kapten Infantri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, AWG juga menyampaikan duka atas korban lain yang mengalami luka-luka akibat serangan Israel.
Menurut mereka, pengabdian ketiganya sebagai penjaga perdamaian dunia merupakan bentuk nyata kontribusi Indonesia dalam mewujudkan ketertiban dunia, sebagaimana amanat konstitusi.
"Gugurnya tiga prajurit ini tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar TNI, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia dan umat manusia yang mendambakan tegaknya keadilan dan perdamaian, khususnya di kawasan Timur Tengah yang hingga kini masih diliputi instabilitas akibat agresi dan penjajahan Zionis Israel," kata AWG.
Serangan yang menyasar markas kontingen Indonesia di Adshit al-Qusayr, Lebanon selatan, dan kendaraan konvoi logistik merupakan tindakan yang sangat serius, karena secara langsung menargetkan pasukan penjaga perdamaian yang berada di bawah mandat internasional.
Sementara itu, selain menyampaikan dukacita, AWG juga mengapresiasi dedikasi dan pengorbanan prajurit TNI dalam menjalankan misi kemanusiaan dan perdamaian dunia sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global.
Mereka menegaskan bahwa penyerangan terhadap kontingen Indonesia merupakan penyerangan terhadap negara Republik Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh berhenti pada sikap mengecam semata, melainkan harus mengambil langkah tegas dan terukur dalam membela kehormatan serta kedaulatan bangsa, menurut pernyataan AWG lebih lanjut.
AWG mendesak pemerintah Indonesia untuk segera dan tanpa kompromi menarik diri dari Board of Peace (BoP), karena serangan mematikan terhadap tiga prajurit TNI dilakukan oleh Zionis Israel yang merupakan anggota BoP dan secara politik maupun militer didukung serta dibiayai oleh AS selaku penggagas BoP.
Keterlibatan dalam skema tersebut terbukti berisiko dan tidak sejalan dengan amanat konstitusi serta komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.
AWG juga mendesak pemerintah Indonesia untuk memainkan peran diplomatik yang jauh lebih kuat dan tegas di forum internasional guna menuntut pertanggungjawaban rezim Zionis Israel atas serangan mematikan tersebut.
"Gugurnya tiga prajurit TNI penjaga perdamaian, harus memperkuat peran Indonesia di UNIFIL, bukan sebaliknya," kata mereka.
"Ketiga martir itu sekaligus menjadi peringatan keras untuk pemerintah bahwa pasukan perdamaian internasional adalah di bawah mandat PBB, bukan Board of Peace yang penuh kontradiksi dan sarat dengan kepentingan Zionis Israel," imbuh AWG.
Mereka menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional, melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Untuk itu, AWG mendesak PBB dan seluruh lembaga internasional untuk segera mengambil tindakan nyata, independen, dan tidak berpihak dalam mengusut serta menindak pelaku pelanggaran tersebut. Terlebih, serangan itu secara nyata menyasar lembaga milik PBB.
Mereka menekankan bahwa pelanggaran yang terus menerus dilakukan oleh Zionis Israel tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi, karena hanya akan memperpanjang konflik, memperluas instabilitas kawasan, dan mengancam perdamaian dunia
Untuk itu, AWG juga menyerukan kepada umat Islam dan masyarakat internasional untuk terus mengawal isu Palestina serta memperkuat solidaritas global dalam menuntut penghentian seluruh tindakan apartheid di Palestina, termasuk penjajahan, genosida dan blokade Gaza, serta penodaan dan penutupan Masjid Al-Aqsa Al-Mubarak yang dilakukan oleh Israel.
Pewarta: KatrianaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.