Sampit (ANTARA) - Badan Klimatologi Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit mengungkapkan cuaca panas cukup tinggi kurang lebih sepekan terakhir merupakan pengaruh siklon tropis narelle.

“Kotim saat ini masih musim hujan, tapi beberapa hari ini terjadi siklon tropis narelle yang menyebabkan konsentrasi massa udara ke wilayah tersebut dan menyebabkan sulitnya terbentuk awan hujan,” kata Prakirawan BMKG Kotim Mitra Hutauruk di Sampit, Sabtu.

Ia menjelaskan, sejak pertengahan Maret 2026, siklon tropis narelle memang terpantau aktif di selatan Indonesia, tepatnya di sekitar Samudra Hindia dan memberi dampak tidak langsung terhadap cuaca di berbagai wilayah.

Baca juga: BMKG deteksi 201 titik panas di Provinsi Riau terbanyak di Bengkalis
Baca juga: Warga DKI diminta waspada risiko kesehatan saat cuaca panas ekstrem

Siklon tropis narelle adalah sistem badai kuat yang terbentuk dari bibit siklon 96P di Samudra Hindia. Meskipun tidak melintas langsung, siklon ini menarik konsentrasi massa udara ke arah selatan, menjauhi wilayah Kalimantan Tengah.

Hal ini menyebabkan penurunan pembentukan awan hujan atau berkurangnya curah hujan di sebagian wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Timur.



Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Devita Maulina
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026