Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung permukiman warga di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta, pada Kamis sore.
Saat dihubungi di Jakarta, Kamis malam, Teddy mengatakan bahwa kunjungan tersebut berlangsung secara spontan.
Presiden disebut tiba-tiba ingin melihat langsung kondisi masyarakat yang masih tinggal di sepanjang rel kereta api, yang berjarak kurang sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Jakarta.
"Iya betul, Pak Presiden tadi sore tiba-tiba mendadak ingin melihat warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api di daerah Senen," kata Teddy.
Menurut Teddy, Presiden awalnya berencana datang secara sederhana. Bahkan, Presiden berniat untuk menyamar dengan menggunakan mobil biasa, mengenakan topi, serta didampingi jumlah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang sangat terbatas.
Meski dilakukan secara mendadak, kedatangan Presiden tetap menarik perhatian warga. Masyarakat terlihat kaget sekaligus antusias menyambut langsung kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Baca juga: Seskab Teddy pantau arus balik, pastikan berjalan aman dan lancar
Baca juga: Seskab Teddy sebut angkutan Lebaran berjalan lancar dan sesuai harapan Presiden Prabowo
Teddy menyampaikan Presiden mendengarkan berbagai aspirasi terkait kondisi hunian yang berada sangat dekat dengan jalur rel aktif. Sejumlah warga mengaku baru pertama kali wilayah mereka dikunjungi langsung oleh seorang presiden.
"Tadi banyak warga yang kaget dan menyampaikan baru kali ini ada Presiden yang datang ke daerah itu," ujar Teddy.
Teddy juga menyebut Presiden menyampaikan komitmennya kepada warga di bantaran rel Senen untuk menghadirkan hunian yang lebih layak. Pemerintah akan mengupayakan pembangunan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi warga di kawasan tersebut.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh PrayudhiaEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.