Lombok Tengah (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pengecekan dan asesmen terhadap kerusakan rumah warga di Desa Kuta yang diduga terdampak bencana alam likuifaksi.
"Ada sembilan unit rumah yang rusak akibat faktor cuaca penggeseran tanah atau likuifaksi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," kata Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Kamis.
Ia mengatakan akibat bencana alam tersebut, rumah warga tiba-tiba rusak atau roboh dan kondisi saat ini tidak bisa ditempati, sehingga warga harus mengungsi.
"Tembok dan atap rumah warga rusak secara tiba-tiba, akibat pergerakan tanah," katanya.
Baca juga: Tiga rumah rusak akibat longsor di Lombok Timur NTB
Baca juga: PMI NTB gelar pelatihan fasilitator pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat
Ia mengatakan pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab kerusakan rumah warga tersebut akibat likuifaksi atau tidak, sehingga pihaknya berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Provinsi NTB untuk mengecek struktur tanah tersebut.
"Kami telah melakukan koordinasi dan melibatkan ahli untuk mengecek struktur tanah tersebut. Apakah rusak akibat pergerakan tanah atau tidak," katanya.
Ia mengatakan setelah ada hasil pengecekan, baru dilakukan langkah penanganan agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi.
"Lokasi kejadian itu di lereng perbukitan. Kalau longsor rumah warga pasti tertimbun tanah, tetapi ini tiba-tiba rusak. Dugaan sementara likuifaksi," katanya.
Baca juga: PMI beri pelatihan anak usia dini tentang pengurangan risiko bencana
Ia mengatakan warga yang terdampak saat ini mereka membuat tenda pengungsian dan ada yang tinggal di rumah tetangga maupun keluarga.
Sementara itu, untuk bantuan logistik sementara telah dipersiapkan dan masih menunggu asesmen kebutuhan dari warga yang terdampak bencana alam tersebut.
"Hari ini tim sedang turun melakukan asesmen, untuk penyaluran bantuan logistik sedang dipersiapkan," katanya.
Pewarta: Akhyar RosidiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026