Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi menegaskan konflik lahan di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak terkait dengan program Koperasi Desa (kopdes) Merah Putih.

“Kami tegaskan bahwa konflik yang terjadi bukan terkait dengan program koperasi desa/kelurahan Merah Putih. Konflik tersebut memberikan konflik lama antar warga yaitu antara warga desa Waiburak dan desa Narasaosina di kecamatan Adonara, Flores Timur, yang dipicu oleh sengketa ulayat yang telah terjadi atau telah berlangsung turun temurun,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Seperti diketahui, terjadi ketegangan antar warga pada Jumat (6/3) yang melibatkan warga desa Waiburak dan desa Narasaosina yang dipicu perbedaan persepsi terkait rencana pemanfaatan lahan di perbatasan kedua wilayah tersebut.

Kemudian, muncul pemberitaan di media sosial yang mengaitkan konflik di Adonara Timur dengan pembangunan Kopdes Merah Putih.

Kemenkop memberikan kepastian bahwa belum ada pembangunan fisik gerai dan pergudangan Kopdes Merah Putih di lokasi tersebut. Dalam setiap program pembangunan koperasi, lanjutnya, pemerintah hanya akan menggunakan lahan dengan status clean and clear, tidak dalam kondisi sengketa.

“Kami perlu menegaskan bahwa dalam setiap proses pembangunan fisik gerai dan pergudangan koperasi desa merah putih akan dalam proses yang sedang berjalan dan akan terus melaksanakan pembangunannya di kurang lebih di 80 ribu desa kurang lebih di seluruh Indonesia. Pemerintah hanya akan menggunakan lahan dengan status clear and clear,” ucap Zabadi.

“Ini sebenarnya sejauh sudah kita tegaskan dan surat edaran dari Menteri Koperasi sebelumnya juga sudah tegaskan bahwa terkait dengan lahan yang akan digunakan sebagai gerai dan pergudangan dari koperasi desa atau kelurahan Merah Putih yang dibangun statusnya harus clear and clear,” ungkap dia.

Berdasarkan hasil turun lapangan pemerintah provinsi NTT bersama Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) di lokasi konflik, diinformasikan bahwa tidak ada isu mengenai Kopdes Merah Putih yang muncul dalam sengketa tersebut. Persoalan yang terjadi disebut murni mengenai hak ulayat.

Situasi saat ini sendiri telah relatif kondusif berkat pengamanan dari pihak Polri dan TNI, serta pendekatan persuasif melalui tokoh masyarakat setempat.

 

 

 

 


 



Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor : Heri Sutarman

COPYRIGHT © ANTARA 2026