Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menambah kapasitas layanan berupa klinik ginjal dan hipertensi pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul.
"Pada momentum Idul Fitri 1447 Hijriah ini kita menambah kapasitas rumah sakit dengan menambah layanan di antaranya klinik ginjal dan hipertensi yang kita sudah memiliki dokter sub-spesialis," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai peresmian gedung klinik ginjal dan hipertensi di Bantul, Selasa.
Menurut dia, dengan penambahan layanan kesehatan masyarakat pada sub-penyakit dalam tersebut semakin menguatkan optimisme pemerintah daerah terhadap layanan ginjal dan hipertensi.
"Di samping ini tenaga medisnya, dokter lebih profesional di bidangnya juga sekaligus mengurangi kerumunan dalam antrean penyakit penyakit yang ditangani dokter spesialis penyakit dalam karena dipecah lagi, dirinci lagi," katanya.
Dengan demikian, kata dia, tentunya akan berpengaruh terhadap tingkat penyembuhan, tingkat kesembuhan pasien penyakit dalam di Bantul.
"Tentu saja ini semakin meningkatkan profesionalisme rumah sakit, karena berbagai sub-spesialis sudah kita mulai sediakan kliniknya secara terpisah dari induk spesialisnya," katanya.
Baca juga: Pasien hipertensi, diabetes, dan obesitas rentan kena gagal ginjal
Baca juga: Penderita diabetes atau hipertensi disarankan tetap berolahraga sebelum berbuka puasa
Terlebih, kata dia, masyarakat yang membutuhkan layanan untuk penyakit dalam ataupun pasien penyakit dalam jumlah banyak sehingga adanya klinik tersebut dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Bantul.
"Karena bahkan kita punya enam dokter penyakit dalam, maka ini yang khusus ginjal dan hipertensi kita pisahkan dari klinik penyakit dalam karena kita sudah punya dokter sub-spesialis ginjal dan hipertensi tentu ini dibutuhkan," katanya.
Direktur RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul Atthobari mengatakan saat ini perkembangan ilmu pengetahuan tentang penyakit itu luar biasa dinamis, termasuk dalam hal penyakit dalam yang terdapat beberapa sub-spesialis.
Baca juga: Dokter: Ibu hamil berisiko menjadi pasien yang berisiko terkena hipertensi paru
"Di sini kita kembangkan sub-spesialis ginjal dan hipertensi, karena memang itu salah satu cabang dari penyakit dalam yang saat ini pasien juga semakin hari semakin meningkat, kebutuhan pelayanan itu sangat dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Dengan demikian, kata dia, klinik ginjal dan hipertensi ini berdasarkan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam hal pasien pasien cuci darah yang itu juga disebabkan oleh adanya gagal ginjal.
"Makanya kita butuh tenaga medis yang akan menangani itu. Sebelumnya untuk penyakit ginjal dan hipertensi masuk di wilayah penyakit dalam, sehingga kalau mereka kontrol kita layani oleh dokter spesialis penyakit dalam," katanya.
Pewarta: Hery SidikUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026