Baturaja (ANTARA) - Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan memperketat pengamanan di objek wisata Goa Putri untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung pada momentum libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo saat dihubungi dari Palembang, Selasa mengatakan bahwa momentum libur lebaran biasanya dimanfaatkan masyarakat yang mengunjungi kawasan wisata di berbagai daerah untuk liburan bersama keluarga.
Tidak terkecuali objek wisata Goa Putri yang terletak di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU saat ini mulai ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah yang memanfaatkan momentum liburan tersebut.
"Pada H+2 Idul Fitri hari ini pengunjung objek wisata Goa Putri mulai ramai mencapai ratusan pengunjung dari berbagai daerah di Sumsel," katanya.
Baca juga: Pemprov Sumsel siapkan wisata medis mulai akhir Januari 2026
Baca juga: Disbudpar Sumsel ajak semua warga ikut jaga keberadaan 150 desa wisata
Selama libur lebaran tahun ini tercatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Goa Putri rata-rata mencapai 300 orang per hari.
"Kalau hari biasa paling sekitar 50-100 orang pengunjung. Puncak peningkatan jumlah pengunjung diprediksi terjadi pada Minggu (29/3) seiring dengan berakhirnya liburan sekolah," jelasnya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya mulai memperketat pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung di objek wisata andalan Kabupaten OKU tersebut.
Dalam pengamanan pihaknya mengerahkan puluhan personel untuk patroli di kawasan objek wisata, termasuk jalur menuju Goa Putri.
"Fokus utama petugas adalah memastikan tidak ada gangguan keamanan (kamtibmas) di tengah kerumunan massa," tegasnya.
Baca juga: Sumsel promosikan objek wisata di 17 kabupaten/kota
Petugas yang siaga melakukan patroli dialogis di area Goa Putri untuk mengedukasi para pengunjung agar tetap mematuhi aturan selama di berada dalam kawasan objek wisata.
Terutama para pengunjung yang datang bersama anak-anak untuk lebih berhati-hati karena di dalam goa terdapat jalan yang licin.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi yang dialami para pengunjung selama berada di area objek wisata.
"Kami mengimbau para pengunjung untuk tetap mematuhi aturan yang diterapkan di kawasan wisata dan memastikan kendaraan terkunci dengan aman saat ditinggalkan di area parkir," ujarnya.
Pewarta: Edo PurmanaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026