Washington (ANTARA) - Departemen Luar Negeri AS pada Kamis mengatakan bahwa AS telah menyetujui kemungkinan penjualan radar jarak jauh, sistem anti-drone, amunisi F-16, dan peralatan lainnya senilai miliaran dolar kepada Uni Emirat Arab (UEA).
"Departemen Luar Negeri AS telah membuat keputusan untuk menyetujui kemungkinan penjualan kepada pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) berupa Long-Range Discrimination Radar (LRDR) dengan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), dan peralatan terkait dengan perkiraan biaya sebesar 4,5 miliar dolar AS (sekitar Rp76,1 triliun)," menurut pernyataan tersebut.
Dalam tiga pernyataan lainnya, departemen tersebut menulis bahwa mereka berencana untuk menjual Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM) dan peralatan terkait dengan perkiraan biaya 1,22 miliar dolar AS (sekitar Rp20,6 triliun).
Kemudian, mereka juga berencana menjual Fixed Site- Low, Slow, Small Unmanned Aircraft Integrated Defeat System (FS-LIDS) dan peralatan terkait dengan perkiraan total biaya 2,10 miliar dolar AS (sekitar Rp35,4 triliun), serta amunisi dan pembaruan F-16 senilai 644 juta dolar AS (sekitar Rp10,8 triliun) kepada UEA.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: PBB menentang serangan AS-Israel ke ladang gas terbesar Iran
Baca juga: Iran mulai gunakan rudal Haj Qasem dalam konflik lawan AS dan Israel
Pewarta: KatrianaEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.