Karawang (ANTARA) - Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyampaikan rekayasa lalu lintas one way nasional dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang masih diberlakukan.
"One way diterapkan atas diskresi pihak kepolisian, guna mendukung kelancaran arus kendaraan arus mudik Lebaran yang menuju wilayah Timur Trans Jawa," kata VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo, dalam keterangannya di Karawang, Jabar, Kamis.
Disebutkan, seiring dengan evaluasi kondisi lalu lintas di lapangan, dilakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas terhadap pemberlakuan one way lokal yang sebelumnya diterapkan dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung Ruas Jalan Tol Batang–Semarang hingga KM 459 Salatiga Ruas Jalan Tol Semarang–Solo.
Baca juga: Menhub resmikan "one way nasional" Tol Trans Jawa mulai dari Cikampek hingga Semarang
Baca juga: "One way" nasional di Tol Trans Jawa akan berakhir tergantung situasi
Dengan penyesuaian tersebut, kondisi lalu lintas di ruas Jalan Tol Semarang ABC hingga Semarang–Solo saat ini telah kembali diberlakukan normal di kedua arah.
Ria Marlinda menyampaikan, penghentian one way lokal dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi lalu lintas yang terpantau telah berangsur terkendali.
"Sejak pukul 21.00 WIB, rekayasa lalu lintas one way lokal dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 459 Salatiga telah dihentikan mengingat volume lalu lintas di ruas tersebut telah kembali normal," katanya.
Baca juga: Korlantas Polri akan berlakukan "one way" nasional pada 18 Maret 2026
Sementara untuk rekayasa lalu lintas one way nasional masih terus diberlakukan dari KM 70 Cikampek Utama hingga KM 414 Kalikangkung dan akan terus dipantau bersama kepolisian guna memastikan kelancaran arus mudik.
Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati dalam berkendara, menjaga jarak aman, memastikan kecukupan saldo uang elektronik, serta mengikuti arahan petugas di lapangan dan rambu lalu lintas yang berlaku.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.