Moskow (ANTARA) - Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) telah memperpanjang peringatan risiko bagi penerbangan sipil di zona konflik Timur Tengah hingga 27 Maret.
Dalam pernyataannya pada Rabu (18/3), EASA mengatakan Buletin Informasi Zona Konflik (CZIB) direvisi untuk "mencerminkan dinamika konflik yang diamati" berdasarkan penilaian Kelompok Penilaian Risiko Keamanan Penerbangan Uni Eropa Terpadu (IRAG).
"Revisi tersebut mencakup perbedaan tingkat dan sebaran geografis aktivitas militer. CZIB tersebut berlaku hingga 27 Maret," sebut pernyataan itu.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di seluruh Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya mengeklaim "serangan pendahuluan" itu diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengubah rezim yang berkuasa di Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Sikap negara dari Eropa terbelah soal serangan AS-Israel terhadap Iran
Baca juga: Uni Eropa bersiap perang, akan kerahkan pasukan Eropa ke Ukraina
Pewarta: Asri Mayang SariEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026