Bandung Barat (ANTARA) - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti akan membuka operasional selama 24 jam pada H-1 Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah menjelang Lebaran.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana di Bandung Barat, Selasa, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan guna mengakomodasi peningkatan sampah dari wilayah Bandung Raya.
"Jadi H-1 Lebaran itu buka 24 jam karena teman-teman kabupaten kota kan suka operasi kebersihan malam takbiran," katanya.
Ia menjelaskan bahwa sampah yang ditampung di TPA Sarimukti dan berasal dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat diperkirakan mengalami peningkatan selama Ramadhan.
Baca juga: Jabar kejar groundbreaking TPA Legoknangka seiring kritisnya Sarimukti
Baca juga: Pemkot Bandung terjunkan 1.596 petugas pemilah dan pengolah sampah
Arief menambahkan bahwa operasional TPA akan ditutup pada hari Idul Fitri untuk memberi kesempatan kepada para pekerja bersilaturahim sebelum kembali dibuka pada H+1 pukul 08.00 WIB dan normal kembali pada H+2.
Menurut dia, volume sampah selama Ramadhan mengalami kenaikan meskipun telah dibatasi melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat terkait pembatasan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti.
"Ada peningkatan, naik memang, dari 1.500 menjadi sekitar 1.600 hingga 1.700 ton per hari," ujarnya.
Baca juga: Dedi Mulyadi bongkar bangunan liar di Sarimukti dengan kompensasi dan tawaran pekerjaan
Ia juga mengungkapkan sejumlah kendala di lapangan, seperti kondisi landasan yang licin akibat hujan serta terputusnya akses jalan di zona perluasan yang berdampak pada sistem keluar masuk truk.
Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang kendaraan pengangkut sampah di kawasan TPA Sarimukti sehingga pengelola melakukan penanganan dengan perbaikan jalur menggunakan batu dan beton.
Pewarta: Ilham NugrahaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.