Teheran (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi pada Senin mengatakan bahwa Iran akan terus melawan serangan Amerika Serikat hingga Presiden Donald Trump menyadari bahwa memulai perang dengan Iran adalah sebuah kesalahan yang tidak boleh diulang.
"Iran tidak pernah meminta gencatan senjata atau perundingan. Klaim seperti itu adalah khayalan," tulis Araghchi pada X.
Dia menegaskan bahwa militer Iran yang perkasa akan terus menembak sampai Presiden AS menyadari bahwa perang ilegal yang ia timpakan kepada rakyat Amerika dan Iran adalah salah dan tidak boleh diulangi lagi, serta memastikan para korban mendapatkan kompensasi.
Baca juga: AS pertimbangkan pengerahan pasukan untuk rebut Pulau Kharg di Iran utara
Baca juga: Trump belum siap umumkan akhiri perang dengan Iran
Baca juga: Araghchi: Iran sambut baik inisiatif untuk akhiri konflik Timur Tengah
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Serangan itu juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, hingga Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.
Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Awalnya, AS dan Israel mengklaim serangan pendahuluan tersebut diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi segera menyatakan dengan jelas bahwa mereka ingin melihat penggantian kekuasaan di Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta: Yoanita Hastryka DjohanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.