Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam memperkuat optimalisasi perdagangan karbon di daerah tersebut.
"Tentunya sebagai daerah yang memiliki aset besar dalam Cagar Biosfer Lore Lindu, pemerintah daerah berkomitmen agar pelestarian hutan tidak hanya menjaga ekologi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan jasa lingkungan yang berkelanjutan," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi saat dihubungi awak media di Sigi, Minggu.
Ia menuturkan masyarakat setempat harus menjadi bagian utama dalam tata kelola ekonomi karbon tersebut.
"Harapannya masyarakat Sigi dapat menjadi aktor utama dalam tata kelola karbon tersebut dengan tagline hutan terjaga dan rakyat sejahtera," ucapnya.
Menurut dia, pentingnya sinergi dan kerja sama antara pemerintah daerah dengan KLH sebagai upaya mempercepat langkah Kabupaten Sigi dalam mengimplementasikan nilai ekonomi karbon yang transparan dan berdampak luas bagi pembangunan daerah yang ramah lingkungan.
Ia menyebutkan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan pembangunan berkelanjutan berbasis potensi sumber daya alam dengan tetap melibatkan masyarakat adat untuk menjaga kelestarian kawasan hutan.
"Ke depan keterlibatan masyarakat adat dalam perdagangan karbon bisa memastikan keadilan dan keberlanjutan di daerah tersebut," ujarnya.
Kabupaten Sigi berpotensi dalam perdagangan karbon karena memiliki luas tutupan hutan yang signifikan.
Baca juga: Peneliti soroti kemampuan penyimpanan karbon ekosistem padang lamun
Baca juga: Pemerintah targetkan perdagangan karbon nasional beroperasi mulai Juli 2026
Pewarta: Moh SalamEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.