Depok (ANTARA) - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Depok JawaBarat masa khidmat 2025-2026 telah resmi dilantik dan siap mengawal isu krusial mulai sampah sampai karakter remaja.
"Saya siap memimpin transformasi ini dengan fokus pada kaderisasi untuk membangun generasi unggul. Politik untuk mengawal kebijakan publik, sosial untuk pengabdian masyarakat, dan keagamaan untuk memperkuat harmoni antar umat," ujar Ketua PC PMII Kota Depok Matahariku Mukhammad seusai acara pelantikan di Makara Art Center Universitas Indonesia (UI) dengan tema "New Era of PMII Depok: The Great Leap Forward".
Matahariku mengungkapkan sesuai dengan tema pihaknya menekankan transformasi organisasi menjadi lebih taqwa, intelektual dan profesional. PMII Depok akan aktif mengawal isu-isu krusial di Depok.
Seperti pendidikan inklusif dan pembangunan berkelanjutan, sambil memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Persoalan strategis yang sedang dihadapi di Depok perlu mendapatkan perhatian bersama. Seperti meningkatnya tekanan urbanisasi dan kemacetan sebagai dampak perkembangan wilayah penyangga Jakarta," terangnya.
Persoalan sampah dan solusinya
Ia menyebut masih menghadapi permasalahan tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda. Belum lagi, fenomena krisis pembinaan karakter generasi muda yang tercermin dari maraknya tawuran pelajar.
"Persoalan Sampah di Depok yang kerap kali dijumpai penumpukan sampah di sejumlah titik. Apalagi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang sudah overload atau kelebihan kapasitas. Tentu, ini menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat," jelasnya.
PMII Depok akan menginisiasi program sosialisasi waste management system kepada masyarakat. Fokusnya pada edukasi pemilahan sampah dari
sumbernya dan pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai tambah secara ekonomi.
Melalui program ini, PMII berharap dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis pengolahan limbah.
"Tentu tidak jalan sendiri, kita juga berharap program ini mendapat dukungan dan kolaborasi dengan Pemerintah Depok atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Harapannya, agar upaya pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dapat diwujudkan secara bersama-sama,"katanya.
PMII Depok melompat maju
Sebagai ketua baru, Matahariku Mukhammad memimpin tim pengurus yang terdiri dari 55 orang, termasuk Badan Pengurus Harian (BPH), Majelis Pembina Cabang (Mabincab) yang diketuai Dr. Achmad Solechan, berbagai biro spesialis, dan Korps PMII Puteri (KOPRI).
Dirinya berkomitmen pada pengembangan kader intelektual dan berakhlak mulia, dengan fokus pada
advokasi sosial dan pengawalan kebijakan publik. Menurutnya, pelantikan ini bukan hanya seremoni, tapi momentum bagi untuk menerapkan visi
progresifnya.
"Kita berharap PMII Depok menjadi organisasi mahasiswa Islam yang lebih inklusif dan berdampak, menjawab tantangan zaman dengan pendekatan kolaboratif,"terangnya.
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua I PC PMII Kota Depok Muhammad Rizky Haekal. Menurutnya, dengan kepengurusan baru dibawah kepemimpinan Matahariku dengan pengalamannya mampu membawa energi baru.
"Diharapkan mampu membangun ekosistem gerakan yang kuat. Taqwa dan intelektualitas menjadi pondasi utama bagi kontribusi nyata di masyarakat Depok. Tentu, diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam berkiprah dan mengawal kebijakan publik," terangnya.
Acara juga diramaikan diskusi panel tentang isu kontemporer, memperkuat peran PMII sebagai
wadah perjuangan mahasiswa yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) sejak 1960.
Acara pelantikan dihadiri ratusan kader, alumni, perwakilan Pengurus Besar PMII, Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Barat, Kepala Kesbangpol dan lainnya.
Pewarta: AntaraEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.